68 Warga Binaan Lapas Dapat Remisi HUT RI

TIMIKA (Papua), BINPERS.COM – Sebanyak 68 narapidana atau warga binaan lembaga pemasayarakatan (lapas) kelas IIB timika, kamis (17/8) kemarin menerima remisi atau pemotongan masa tahanan, dalam rangka HUT RI KE -72, tahun 2017.

Pemberian remisi HUT RI KE 72 ini, di serahkan secara simbolis oleh bupati mimika, Eltinus Omaleng, SE MH kepada sala satu warga binaan, dalam upacara pemberian remisi HUT RI 72, yang berlangsung di lapas kelas IIB Timika, yang juga di hadiri oleh forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) Mimika, serta tamu undangan lainnya.

Bupati Mimika saat membacakan sambutan mentri hukum dan HAM RI, Dr Yasonna Laoly, SH MSc, meminta kepada seluruh jajaran pemasyarakatan untuk segera berbenah diri meningkatkan integritas serta menyatukan tekad yang bulat.

Dalam mewujudkan pemasyarakatan yang lebih baik, dengan membuktikan bahwa pemasyarakatan sebagai institusi yang mampu mewujudkan reformasi hukum, dengan melakukan pembenahan secara komprehensif dan nyata.

Dalam kesempatan itu sambutan Mentri Hukum dan HAM RI yang dibacakan oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH menegaskan kepada seluruh warga binaan, khususnya yang mendapatkan remisi HUT RI ke 72, agar bisa berjanji kepada diri masing-masing, untuk tidak mengulang perbuatan melawan hukum di masa datang.

Usai penyerahan remisi bupati Mimika bersama forkupimda dan tamu undangan lainya berkesempatan melihat hasil kerajinan tangan yang di buat oleh para warga binaan yang di lapas kelas IIB Timika.

Kepala lapas (kalapas) kelas IIB Timika, Usman yang ditemui wartawan usai upacara penyerahan remisi mengatakan, pemberian remisi kali ini tidak ada warga binaan yang dinyatakan langsung bebas.

“Yang mendapat remisi kali ini sekitar enam puluh delapan orang, yang terdiri dari enam puluh tiga pidana umum dan lima orang pidana kusus. Tidak ada yang langsung bebas” ujarnya.

Remisi tahun ini, enam puluh delapan warga binaan yang mendapat remisi bervariasi, di mana hanya satu warga binaan yang mendapat remisi lima bulan atas nama Barnabas Fatubun. Sementara warga binaan lainya ada yang mendapatkan remisi empat bulan, tiga bulan, dua bulan bahkan ada yang hanya satu bulan. (MSM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *