Persekongkolan Menjadi Penyebab Pekerjaan Hotmix Langgar Spesifikasi Teknis

BENGKALIS, [BN] –   Kualitas maupun kuantitas pekerjaan Hotmix yang dikerjakan oleh kontraktor maupun subkontraktor kondang yang dikerjakan oleh Ruby Handoko alias Akok terkesan asal jadi salah satunya pada pekerjaan peningkatan Jalan Batin Alam Desa sei Alam pada Jalan poros Bengkalis C. Proyek  Dinas PU Bengkalis yang dikerjakan oleh PT. Salim Brothers bersumber dari  dana  APBD Bengkalis Tahun Anggaran 2016  sebesar Rp. 4.9 milyar dengan konsultan pengawas  PT. Serarora Abadi Konsultan.

Berdasarkan Fakta dan kondisi ketika Tim awak media Nasional kelapangan yang terdiri dari media KPK (Koran Perangi Korupsi), dan Media BIN (Berita Investigasi Nasional) mengatakan sangat prihatin hasil pekerjaan Hotmix yang dikerjakan oleh rekanan, baik mutu (Quantytas) maupun kualitas sangat rendah sekali.

Sangat disesalkan pekerjaan hotmix  dengan anggaran milyaran rupiah dikerjakan asal jadi pelaksanaanya, terlihat  pada gambar Nomor 3 dan 4 diatas serta beberapa titik Sta.

Hal ini dikatakan juga masyarakat sekitar lokasi pekerjaan yang tak mau namanya ditulis di media ini mengatakan “ Kalau begini system kerja rekanan, tak sampai setahun akan rusak pak, coba lihat sendiri udah banyak yang retak-retak pada beberapa titik baik pada bahu jalan maupun di badan jalan aspal hotmix ini,” ujarnya menjelaskan.

Menurutnya lagi” sepanjang pemantauan kami konsultan pengawas dan PPK  jarang ke lokasi pekerjaan dan seharusnya mereka lebih sering keLokasi untuk melakukan  peninjauan karena itu tugas mereka bukan sebaliknya  seperti ada unsur dugaan antara mereka ada permainan,” katanya dengan geram.

Tambahnya lagi“Kualitas  pekerjaan aspal hotmix yang dikerjakan kontraktor pelaksana Akok memang buruk bukan Jalan ditempat kami aja di desa sei alam masih banyak jalan yang dikerjakan kualitas kurang bagus” tuturnya

Perkataan senada dibenarkan juga oleh pemuda setempat ketika ikut mendampingi ,kepada  awak media ia mengatakan “ pekerjaan  aspal hotmix  yang dikerjakan rekanan kurang bagus kualitas nya, lihatlah banyak yang retak-retak  dan kasar kali pelaksanaanya, tuturnya tanpa mau menyebut namanya.

“Kalau  Bapak mau konfirmasi tentang masalah ini langsung aja ke Dinas PU atau KPA  nya, jangan sama PPK dan rekanan  (Akok) mereka adalah pemain, banyak teman LSM dan wartawan lain ketemu PPK ( Tirta) dan Akok untuk konfirmasi tentang pekerjaannya senyap aja” ungkapnya.

Katanya lagi “ pekerjaan Peningkatan Jalan Batin Alam di desa sei Alam in terkesan dipaksakan siap karena waktu pelaksanaanya udah mepet akhir tahun, oleh sebab itu rekanan berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan tanpa menghiraukan kualitas dari pekerjaan yang tercantum dalam dokumen kontrak mereka” pungkasnya.

Menanggapi komentar masyarakat atas dugaan indikasi persekongkolan antara PPK (Tirta)  dan rekanan (Akok)  Sekretaris DPC. AJAKI (Asosiasi Jurnalis Anti Korupsi Indonesia) Kabupaten Bengkalis  Zulazmi mengatakan “  Bisa saja kemungkinan itu terjadi bila mana suatu pekerjaan tidak sesuai atau melenceng dari spesifikasi teknis  yang tertera dalam BOQ  maupun gambar rencana kerja sehingga mengakibatkan kegagalan suatu kontruksi  lalu dibenarkan oleh PPK atau konsultan pengawas maupun PHO  karena udah ada dijanjikan persentase untuk mereka oleh kontraktor  pemenang pekerjaan” kata zul azmi menjelaskan.

Menurut  Zulazmi  lagi mengatakan “Spesifikasi teknis menguraikan penjelasan yang terdapat dalam item-item pekerjaan di BOQ  untuk dilaksanakan sesuai standarisasi Nasional.Apabila suatu pekerjaan tidak mengacu pada spesifikasi teknis  pekerjaan akan  fatal (gagal kontruksi) dan mempengaruhi Quantytas maupun Qualitas suatu pekerjaan.

Katanya lagi “Kegagalan pekerjaan konstruksi adalah keadaan hasil pekerjaan konstruksi yang tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan sebagaimana disepakati dalam kontrak kerja konstruksi baik sebagian maupun keseluruhan sebagai akibat kesalahan pengguna jasa atau penyedia jasa” jelasnya mengakhiri.

Indikasi Korupsi atas  Persekongkolan

Aroma korupsi begitu kental pada setiap pekerjaan Aspal Hotmix yang dikerjakan oleh Ruby Handoko  Alias Akok. Beliau  (Akok) adalah salah satu pemilik tunggal AMP (asphal mixing plants) yang ada di Bengkalis.Tidak heran setiap kegiatan lelang  besar kecil nya anggaran Proyek udah barang tentu  dimonopoli oleh  Akok.

Alat produksi  AMP  (asphal mixing plants)  yang terletak di jalan Kelapapati laut diduga juga tidak memenuhi standarisasi Nasional (SNI) dalam  pengujian “Parameter marshall yang dihasilkan untuk Campuran Aspal Emulsi  Dingin dengan Spesifikasi Campuran Aspal Panas harus memenuhi persyaratan untuk lalulintas  sedang pen. 40 (Laston,Lapis Aus).

Hasil  pengujian  laboratorium  (job mix) yang dikeluarkan oleh instansi yang terkait sangat penting  apakah kuantytas asphalt yang dikerjakan atau AMP  dari Akok  sudah sesuai dan uji kelayakan bahwa  campuran  aspal  emulsi  dingin  dengan spesifikasi campuran aspal panas memenuhi persyaratan. Apakah hasil tersebut dapat memenuhi untuk dipakai dalam campuran laston  untuk perkerasan jalan dengan kategori yang tercantum dalam BOQ.

Hal ini sangat perlu dilakukan untuk mengetahui kadarestik AC-BC dan AC-WC  dari  AMP  Akok  apakah memenuhi standarisasi yang dipersyaratkan dalam pekerjaan  Hotmix.

Dengan dilihat hasil dari pekerjaan asphalt hotmix  yang terkesan asal jadi kuat dugaan telah terjadi persekongkolan yang menyebabkan kerugian Negara ratusan juta rupiah bahkan milyaran rupiah  untuk pekerjaan diatas puluhan milyar.

Lembaga KPK  ditantang  usut dugaan Korupsi atas persekongkolan

Dalam UU  No. 20/2001  perubahan kedua UU  No. 31/1999  tentang tindak pidana Korupsi Pasal 7 menjelaskan : Dipidana  dengan  pidana  penjara  paling  singkat  2  (dua)  tahun  dan paling lama 7 (tujuh) tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp. 100 jt dan paling banyak Rp. 350 jt  bagi :

  1. pemborong, ahli bangunan yang pada waktu membuat bangunan, atau penjual  bahan  bangunan  yang  pada  waktu  menyerahkan bahan bangunan, melakukan perbuatan curang yang dapat membahayakan  keamanan  orang atau barang, atau keselamatan negara dalam keadaan perang;
  2. setiap orang yang bertugas mengawasi pembangunan atau penyerahan bahan bangunan,sengaja membiarkan perbuatan curang sebagaimana dimaksud dalam huruf a;

Dikalangan tokoh masyarakat Bengkalis maupun LSM  lokal  sebagai  control social terhadap pembangunan sangat kecewa atas sejumlah kegatan yang berlangsung diBengkalis selama ini, indikasi dugaan permainan  proyek  sangat luar biasa terjadi, dan mengharap aparat penegak hukum kususnya KPK   punya keberanian  mengambil alih secara langsung untuk mengusut tuntas dugaan korupsi proyek yang ada di Bengkalis yang selama ini diberita dan dilaporkan.

Banyak  proyek yang  bermasalah selama ini  tiada tersentuh hukum  ataupun  LHP lembaga BPK RI  Cabang  Pekanbaru  selama ini belum ada temuan proyek yang  berindikasi merugikan Negara.

Sebagai penyeimbang berita, awak media  mencuba menghubungi  Kadis PU Kabupaten Bengkalis  Tajul Mudaris  Via HP. 08127562xxx  (19/05/2017)  tak di angkat dan sms pun tak dibalas dan Kabid  Bina marga H.Ngawidi, ST  sampai berita ini dirilis HP  nya tak bisa dihubungi,*** [za-bks]

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment