Kejaksaan Segera Surati BPK Terkait Ganjalan Kasus Dermaga Dan PT. BS

Luwuk Banggai Sulteng BN.   Tudingan tidak serius menyelesaikan dugaan tindak pidana korupsi proyek dermaga Mendono dan penyertaan modal APBD di BUMD PT Banggai Sejahtera (BS), membuat Kejaksaan Negeri Luwuk Banggai gerah.

Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus IBK Wiadnyana, SH, pihaknya berkomitmen menuntaskan seluruh kasus yang tengah berjalan. Bahkan rencananya, dalam waktu dekat ini Kejari Luwuk Banggai bakal menyurati Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terkait hasil audit berupa Laporan Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (LHPKKN).

Ia menjelaskan, penyelesaian dua kasus itu, kini terkendala pada belum adanya hasil audit berupa   LHPKKN yang dilakukan oleh BPK. Padahal kata Kasi Pidsus Kejari Luwuk Banggai, pihaknya beberapa waktu lalu telah menyerahkan sejumlah dokumen berkaitan dengan dua kasus tersebut, untuk kemudian dianalisa dan diaudit jumlah kerugian negara pada pekerjaan itu.

“Bagaimana mau maju kasus ini, kalau kita belum mengantongi hasil audit BPK terkait LHPKKN kedua kasus itu. Tahapannya sudah seperti itu dan kita akan menyurat ke BPK mempertanyakan lagi hasilnya sudah ada apa belum,”terang IBK Wiadnyana, Selasa (11/7/2017) diruang kerjanya.

IBK Wiadnyana berharap surat yang nantinya akan akan dilayangkan Kejari Luwuk Banggai ke BPK, bisa segera dapat jawaban. Bahkan dia berharap jawaban nanti sudah disertai dengan hasil audit kerugian negara pada kedua proyek itu. Kejaksaan kata dia, tinggal menunggu penghitungan itu guna dijadikan dasar penetapan kerugian negara.

“Kita tunggu saja jawaban surat yang akan kita layangkan ke BPK, untuk calon tersangka sudah kita kantongi,”katanya. Hanya saja IBK Wiadnyana masih enggan membeberkan siapa saja nantinya yang akan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

Namun bisa dipastikan pada kasus dermaga Mendono akan menetapkan lebih dari satu orang tersangka. (Verra Wrc Sulteng).

2 tanggapan untuk “Kejaksaan Segera Surati BPK Terkait Ganjalan Kasus Dermaga Dan PT. BS

  • 2 Oktober 2017 pada 17:58
    Permalink

    Sampai skrgkasusnya masih kabur

    Balas
  • 2 Oktober 2017 pada 17:58
    Permalink

    Sampai skrg kasusnya masih kabur

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *