Kapan janji Gubernur Zumi Zola dilaksanakan ?

Sampai Sekarang Jalan Transportasi Untuk Masyarakat Petani Kepala Sawit Masih Rusak Dan Susah Untuk Dilewati

Dok. Gubenur Jambi Zomi Zola Meninjau Jalan Sungai Bahar Kab. Muaro Jambi (15 Nov 2016).

Jambi-BN, 2 tahun yang lalu, dalam kampanyenya sebagai calon Gubernur Jambi, Zumi Zola berjanji akan segera memperbaiki jalan propinsi mulai dari Panerokan sampai kelokasi kebun Kelapa Sawit PT. Asia Persada untuk 3 kecamatan di Sungai Bahar, yaitu Kecamatan Sungai Bahar Tengah, Sungai Bahar Barat dan Sungai Bahar Selatan.

Selain memperbaiki jalan dengan cara mencor memakai semen, juga menjaga kestabilan harga Tandan Buah Segar (TBS) dan mensejahterakan masyarakat Sungai Bahar karena masyarakatnya  sebagian besar adalah petani Kelapa Sawit.

Pada hari Rabu 15 Nopember 2016 tahun lalu, Gubernur Jambi, Zumi Zola dengan sedikit terpaksa akhirnya datang ke Sungai Bahar dan menyaksikan langsung jalan Propinsi yang sangat  Parah dilokasi  PT.Perkebunan Nusantara 6 Sungai Bahar.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Zumi berjanji akan segera memperbaiki jalan yang rusak berat di Sungai Bahar tersebut, menurut sang Gubernur dirinya telah menyediakan dana sebesar Rp 200 Milyar, untuk merealisasikannya.

Namun Janji Gubernur Zumi Zola hanya tinggal Janji, sebab sampai bulan Juli 2017 belum teralisasi. Bahkan tanda –tanda adanya perbaikan jalan tersebutpun belum ada.

Dampaknya sekarang akibat Jalan yang rusak tersebut harga Tandan Buah Segar (TBS) di Sungai Bahar sangat jauh beda dengan harga di daerah Merlung dan Sungai Gelam. Menurut sumber dari beberapa orang supir yang membawa  TBS nya ketempat tersebut harga di PKS mencapai Rp1.700 / Kg.

Sejak bulan September 2016 sampai bulan Mei 2017, jalan yang di Sungai Bahar rusak parah disebabkan oleh mobil pengangkut TBS, Mobil pengangkut minyak CPO dan juga mobil Tronton pengangkut kayu gelondongan tonase mencapai 30 sampai 40 ton permobil.Dan hal tersebut juga diperparah dengan hujan yang terus turun yang mengakibatkan jalan propinsi juga jalan Kabupaten Muaro jambi rusak berat.

Akibatnya masyarakat mengeluh karena harga TBS sampai dibawah Rp1000/Kg Sedangkan harga TBS pada bulan Mei sampai bulan Juni 2017 sempat dapat kenaikan harga sebesar Rp 1.600 sampai Rp.1.700/ Kg.

Namun sejak mulai bulan juli 2017 harga TBS di Ram Sungai Bahar seperti di Ram Mas RP.1.490./Kg, untuk Ram Sakean Rp.1.515/Kg, untuk Ram AKAk Rp. Rp.1.520./ Kg. Sedangkan di RAM RKU Rp1.520./Kg, sedangkan pihak PT. Perkebunan Nusantara 6 Sungai Bahar PKS.Tanjung lebar dan PKS.Pinang Tinggi tidak mengolah, alias tutup, hanya PKS Bunut yang buka /mengelola namun tidak membeli TBS dari orang luar, hanya buah inti dari Tanjung Lebar dan TBS dari kebun inti kebun Nes Batang Hari yang dikelola PKS Pihak PT.Perkebunan Nusantara 6, Yan Bunut.

Kapan janji Gubernur Zumi Zola dilaksanakan ?. (JHP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *