Jalan Nasional Di Wajo Memprihatinkan, Pemprov Terkesan Tutup Mata

SENGKANG, SULSEL (binPers.com), Kondisi jalan nasional yang merupakan jalan Trans Sulawesi sepanjang ratusan kilometer di Kabupaten Wajo provinsi Sulawesi Selatan sejak lima tahun terkahir ini kondisinya makin rusak berat dan berlubang hingga kedalaman 30 cm membuat pengguna jalan harus eksrta hati-hati.

Sebab, jika tidak serba ekstra hati-hati, kendaraan miliknya dipastikan terancam rusak utamanya bagian lahar atau bagian komponen lainnya sementara pemerintah, baik Kabupaten maupun provinsi Sulsel dan pusat khususnya Dinas PUPR sebagai instansi tehnis harusnya proktif melakukan pemeliharaan dengan menambal sementara jalan yang sudah belubang tersebut yang dapat mengancam keselamatan penumpang lantaran rawannya lakalantas.

Dari hasil perjalanan Jurnalis BIN Pers.com, (Andi Rasyid Moerdani) pasca usai hari raya Idul Fitri 1438 H, diproleh kesan bahwa jalan nasional di kabupaten Wajo itu mulai dari Anabanua kecamatan Maniangpajo hingga Beriko kecamatan Kera dengan berbatasan dengan Kabupaten Luwu kini kondisinya makin memprihatinkan dan rusak berat.

Akibat rusaknya ruas jalan nasional sepanjang ratusan kilometer, mulai dari perbatasan Kabupaten Sidrap hingga perbatasan Kabupaten Luwu membuat para pemilik kendaraan khususnya sopir angkutan penumpang yang melintasi jalan Trans Sulawesi itu mengalami stress dan menjadi pemandangan yang tidak lazim dengan antrian kendaraan cukup panjang sehingga menggunakan waktu cukup lama hingga 3-4 jam denganjarak tempuh hanya sekitar 80 kilometer dari Anabanua ke Siwa Kabupaten Wajo.

 Mustamin, guru salah satu SDN bidang olaharaga di Longka Kabupaten Wajo kepada Jurnalis BIN Pers.com menuturkan, jalan nasional di Kabupaten Wajo sejak dahulu hingga sekarang memang tidak pernah mulus seperti daerah lain di Sulsel, bahkan Indonesia.

Kalaupun mulus tetapi waktunya paling lama  satu tahun bertahan dan kembali rusak seperti sekarang ini sehingga muncul istilah dikalangan warga setempat, kalau penumpang dari Makassar atau daerah lain di Sulselbar dengan melintasi jalan nasional (Trans Sulawesi) di wilayah Kabupaten Wajo menuju daerah tetangga seperti Luwu termasuk Palu, Sulteng dan Manado, Sulut maupun daerah lainya di pulau Sulawesi.

Pada saat penumpang itu sedang tertidur dan mobil ditumpanginya mulai oleng dan bergetar ibarat ombak dilautan berarti sebagai isyarat bahwa kita sudah berada diwilayah Kabupaten Wajo, Sulsel, harus siap menghadapi gelombang dahsat dan getaran cukup mencam kesehatan bagi penumpang, apalagi jika ada diantaran penumpang habis operasi bisa membahayakan dan kembali dirawat dirumah sakit atau sementara hamil dan berpotensi melahirkan sebelum waktunya, kata Mustamin.

Warga lain juga berasumsi bahwa mustahil jalan nasional dalam waktu singkat mendapat perhatian dari pemerintah, baik Kabupaten maupun provinsi Sulsel termasuk pusat. Alasannya, masa kerja Bupati Wajo dan Gubernur Sulsel kedua periode itu tinggal satu tahun lebih, apalagi diperpuruk lagi proses Pilkada Gubernur dan Bupati Wajo mulai tahun 2018 sehingga rakyat harus menunggu pemimpin baru untuk menfasulitasi bantuan dana untuk pembangunan infrastrktur jalan dan jembatan wilayah Kabupaten Wajo ke pemerintah pusat. (Andira Mordani/ BIN Pers.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *