Sapaan LSM KIPFA RI Kepada PT.TSL Mengandung Makna

Ket. Foto : Mangrove mati

PASANGKAYU (Sulbar), BINPERS.COM – Sempat viral beberapa bulan, terkait dengan insiden matinya ratusan pohon mangrove (bakau) yang diduga akibat tumpahan cairan zat berbahaya dari buangan limbah PT. Tanjung Sarana Lestari (TSL), kini tak lagi terdengar kabarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa kuat dugaan matinya ratusan mangrove karena Kecerobohan yang dilakukan oleh PT. TSL (Tanjung Sarana Lestari) yang telah menumpahkan minyak panas hasil olahan sawit kelaut tempat mangrove berada.

Menurut sumber yang dapat dipercaya bahwa diduga kuat minyak panas tersebut tumpah disebabkan adanya unsur kelalaian. “Karena mereka kurang kontrol jadi mungkin full tengkinya sehingga tumpah,” tutur sumber kepada binpers.com beberapa waktu lalu.

Ketika diklarifikasi, pihak PT. TSL melalui Kepala Bidang Lingkungannya, Mahdi, saat diwawancarai media ini terkesan mengelak dan enggan menjawab pertanyaan terkait penyebab tumpahnya minyak.

“Saya bagian lingkungan pak mengenai minyak tumpah itu wewenanganya bidang produksi untuk menjelaskan” demikian tutur Mahdi.

Sementara salah satu staf, yang takut namanya disebutkan mengatakan bahwa Administrator (ADM) selaku pimpinan perusahaan marah besar atas insiden tersebut.

“Pimpinan marah marah kepada karyawan, gara-gara minyak tumpah kelaut,” tutur salah satu staf dengan nada ragu dan kaku.

Seperti diketahui bahwa Anggota DPRD Mamuju Utara yang dipimpin oleh Saifudin Andi Baso sudah melakukan peninjauan langsung ketempat kejadian dan terbukti bahwa banyak Mangrove yang mati.

Namun Andi Baso belum bisa memastikan bahwa Mangrove tersebut mati karena tumpahan minyak atau karena faktor lain.

“Kita akan datangkan dulu peneliti untuk mengkaji hal tersebut agar jelas,” tuturnya.

Demikian pula pihak Polda Sulawesi Barat yang sudah turun melakukan penyeledikan beberapa waktu lalu, hingga saat ini pun belum ada kabarnya.

Sementara LSM Kipfa RI Pasangkayu, yang ikut memantau insiden ini mengatakan bahwa sampai saat ini kabar tentang hasil lab tersebut juga masih kabur.

“Meskipun dengan data sementara yang ada pada kita (berupa rekaman pengakuan insiden minyak tumpah_red), sudah bisa menjadi bukti pendukung terhadap penyebab matinya Mangrove dalam proses hukum” tandasnya.***Nadir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *