Pemda Matra Diduga Lakukan Pergeseran Anggaran APBD 2017

PASANGKAYU (Sulbar), BINPERS.COM – Ketua LSM KIPFA RI Pasangkayu, Rudy, menduga telah terjadi pergeseran anggaran di APBD tahun 2017 Kabupaten Mamuju Utara, provinsi Sulawesi Barat.

Menurut, Rudy, hal ini diduga dilakukan oleh Pemda Matra untuk menutupi utang Pemda Matra kepada beberapa rekanan yang nilainya cukup fantastis yaitu sekitar 33 milyar.

Seperti yang santer diberitakan sebelumnya bahwa telah terjadinya tunggakan pembayaran kepada pihak rekanan di beberapa daerah termasuk Kabupaten Mamuju Utara, karena adanya pemotongan dana dak 10 % oleh Kementrian Keuangan tahun 2016.

Sehingga banyak daerah yang mengambil inisiatif untuk menutupi utang terhadap rekanan tersebut dengan melakukan pergeseran anggaran.

Kata Rudy, dalam waktu dekat timnya akan melakukan penelusuran terkait dengan langkah-langkah yang diambil  Pemda Matra dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kita akan lihat apakah pergeseran anggaran yang dilakukan Pemda sudah tepat, karena informasi yang kami dapat bahwa Bupati telah mengeluarkan SK-Parsial untuk menutupi utang-utang tersebut” ungkap Rudy.

Secara otomatis, urai Rudy, jika Pemda mengambil kebijakan menerbitkan SK-Parsial setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti misalnya harus diketahui ketua DPRD dan seterusnya.

“Yang jelas dengan terbitnya SK-Parsial ini ada item-item program di OPD-OPD yang jadi tumbal alias tergeser” tuturnya.

Namun hingga saat ini, aku Rudy, timnya belum bisa memastikan program apa saja yang dipending karena masih melakukan penelusuran.

“Nanti kalau sudah dapat data-datanya baru kami informasikan” tuturnya kepada binpers.com.*** Nadir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *