Kejari Polewali Musnahkan Barang Bukti Narkotika

POLEWALI (SULBAR), BINPERS.COM – Kejaksaan negeri Polewali kembali mengukir prestasi gemilang, setelah melalui proses sejak Januari 2017 hingga Juni 2017 di Pengadilan Negeri Polewali, akhirnya melakukan pemusnahaan barang bukti sebanyak 99,42096 gram Narkoba jenis sabhu-sabhu dengan terpidana sebanyak 52 orang, Selasa tanggal 13 Jnui 2017 bertempat di halaman kantor Kejaksaan negeri Polewali, yang dihadiri unsur Muspida, Polewali Mandar provinsi Sulbar.

Selain itu, Kejari juga memusnahkan minuman keras berbagai jenis merk, yakni Angker, Dayak, Koleson, Toppe Rioja, Bendi Top dan Angker Tout serta Anggur Koleson sebanyak 472 botol dengan tiga orang tersangka, yakni Hamka Nonci alias Lamakka dengan barang bukti berupa miras merek Dayak 13 botol, anggur kalesom 3 botol dan angker Stout 8 botol, sedangkan Herman alias Cucu dengan barang bukti angker 140 botol, terdiri dari merk Dayak 103 botol, Koleson 103 botol, sementara H.Firdaus dengan barang bukti Bendi Top 11 botol, Anggur Keleson 57 botol, Dayak 60 botol dan Toppe Rioja 18 botol.

Dalam kesempatan itu, pihak kejari Polewali juga memusnahkan sejumlah barang bukti milik terpidana kasus penganiayaan, terdiri dari Sumaila dengan barang bukti sepotong Kayu, Tombak milik terpidana Darwis dan Parang pajang milik terpidana Basri.

Khusus Nakotika, dari 52 terpidana, yang tertinggi berdasarkan data, adala sebanyak h Andi Arsyad dengan barang bukti 91,5605 gram disusul Agus Bin Abdul Latif, 2,4056 gram dan lima diantaranya hanya 0 gram, masing-masing Irwandi alias Iwan, Israil, Abdul Rasyid, Adrian dan Fandi Ahmad.

Kepala Kejaksaan negeri Polewali, Muh.Rudy, S.H., usai melakukan pemusnahan barang bukti kepada Jurnalis BIN Pers.com mengatakan, hukuman maksimal dari kasus terpidana tersebut adalah 14 tahun. Khusus terpidana kasus narkoba, umumnya adalah pemakai, apalagi Kabupaten Polewali Mandar sasaran pemakai narkoba dan sebagai daerah lintas sangat stratgegis bagi pelaku pengedar barang haram itu bagi pelakuknya melakukan aksinya mencari korban sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk membiarkan pengedaran narkoba didaerah ini dan narkoba itu adalah musuh negara yang perlu diberantas serta pelakunya harus ada efek jerah agar tidak lagi melakukan perbuatannya yang bisa merusak generasi mendatang, kata Muh.Rudy. (Andi Rasyid Mordani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *