Bakal Disulap Pembangunan Asrama Brimob Polda Sulbar

POLMAN, SULBAR (BINPers.com)  Rencana pembangunan asrama Satuan Brimob Polda Sulbar di Conggo lingkungan Jambu Tua kelurahan Darma kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulbar yang rencana dihibahkan pemkab Polewali Mandar seluas 5 hekater, kini mulai bergulir. Hal ini terbukti, Bupati Polewali Mandar, HA.Ibrahim Masdar dipanggil khusus Wakil Kapolri Komjen Pol Safruddin Kambo, Rabu ( 7/6-2017)di Mabes Polri untuk membicarakan perihal proses pemantapan kepemilikan lahan untuk pembangunan asrama Satuan Brimob Polda Sulbar di Kabupaten Polewali Mandar itu.

 Sebelumnya, pemkab Polewali Mandar telah menyiapkan lahan pembangunan kompi Brimob Polda Sulbar dan terungkap saat kunjungan kerja Kapolda pertama Sulbar, Brigjen Pol.Lukman di jajaran Polres Polewali Mandar dan melalui Wakil Bupati Polewali Mandar, HM.Natsir Rahmat, pemkab bersedia menyiapkan lahan untuk pembangunan asrama kompi Bromob Polda Sulbar di Conggo kelurahan Darma kecamatan Polewali.

 Menurut Bupati Polewali Mandar, HA.Ibrahim Masdar,  saat dipanggil khusus oleh Wakil Kapolri, Komjen Pol. Safrauddin Kambo di Mabes untuk membicarakan kembali tentang pembangunan asrama Brimob Polda Sulbar di Polewali Mandar dan pemkab Polman sendiri sementara menindaklanjuti untuk proses penyerahan asset itu kepada pihak Polda Sulbar sebagai kawasan lokasi pembanguan asrama kompi Brimob Polda Sulbar dengan luas lahan liam hektare.

 Secara terpisah, Drs. MS.Samalino, salah seorang pemilik lahan perkebunan di Conggo kelurahan Darma itu, yang bakal terkena pembangunan asrama Brimob Polda Sulbar kepada Jurnalis Indonesia Pos media Grou menjelaskan, kawasan Conggo termasuk kawasan konservasi dan penghijauan serta lahan produktif, bahkan pernah mengangkat nama baik Polewali Mandar untuk mendapatkan penghargaan penghijauan Tingkat nasional dari kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sehingga kalau kelak kawasan ini beralih fungsi menjadi pembangunan asrama kompi Brimob Polda Sulbar berarti kebanyakan petani terpaksa sengsara karena lahan yang selama ini digarap sebagai satu-satunya mata pencaharian mereka dipastikan menimbulkan masalah baru bagi warga petani karena tidak lagi memiliki lahan untuk mencari sesuab nasib untuk kebutuhan keluarganya lantaran kehadiran pembangunan asrama kompi Brimob Polda Sulbar.

 Menururt Samanlino, kalau kelak pemkab Polman benar-benar menyerahkan kawasan itu  kepada Polda Sulbar untuk pembangunan asrama, berarti banyak warta petani kehilangan mata pencaharian dan mereka tidak bisa berdaya, apalagi umumnya warga petani tidak memiliki bukti legalitas kepemilikan lahan berupa sertifikat kecuali hanya bukti pembayaran PBB (pajak).

Tetapi sangat disayangkan, kalau rencana pemkab Polman itu langsung mengambilalih lahan itu tanpa melalui musyawarah termasuk ganti rugi lahan, bahkan lebih  ironis lagi, tambah Samanlino, kawasan itu juga masuk dalam kawasan latihan penembak bagi anggota TNI termasuk Perbakin serta adanya lokasi pekuburan Islam bagi warga setempat sehingga dibutuhkan kajian khusus seperti pendekatan sosial budaya agar tidak menimbulkan konflik sosial dan rakyat menjadi korban kebijakan pemerintah.

 Samanlino berpendapat, sesungguhnya paling strategis lahan untuk Asrama Brimob Polda Sulbar adalah Rea Timur belakang SMK SPP Rea Timur kecamatan Binuang, aksesnya cukup bagus apalagi letaknya jalan Trans Sulawesi dan hanya sekitar 700 meter dari Terminal Induk Angkutan Darat Tipalayo Direktorat Perhubungan RI dan merupakan wilayah perbatasan antara Sulbar dengan Sulsel sedangkan lokasi yang direncanakan di Conggo, disamping masuk dalam kawasan tanaman perkebunan percontohan konservasi pemprov Sulbar juga terdapat pemukiman penduduk dilokasi tersebut termasuk lapangan tembak milik TNI-AD serta posisi kurang strategis sehingga pemkab harus mengkaji ulang rencana penempatan asrama Brimod Polda di Kabupaten Polewali Mandar, kata Samanlino.  ( Andira Mordani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *