BINPERS

Berita Investigasi Nasional

PT BAT Tutup dan Timbun Sungai Untuk Jalan Perusahaan, Dikeluhkan Warga

La Ode Sirajudin: “Kejahatan lingkungan hidup yang dilakukan oleh PT.BAT dengan semena-mena menutup anak sungai bawan ini tanpa memikirkan dampak merusak lingkungan luar biasa bagi mahluk hidup, perbuatan ini wajib hukumnya untuk dijadikan tersangka tindak pidana”

SAMPIT (KALTENG), BINPERS.COM – Kejahatan Lingkungan Hidup yang dilakukan PT.BAT dengan semena-mena menutup anak sungai Bawan di desa Tilap Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah tanpa memikirkan dampak merusak lingkungan yang luar biasa bagi mahluk hidup , perbuatan ini wajib hukumnya untuk dijadikan tersangka tindak pidana.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh Wartawan Berita Investigasi Nasional/binpers.com setelah melakukan Investigasi dan penelusuran dilapangan bahwa aktivitas perusahaan PT.BAT dengan semena-mena menutup anak sungai ini terkesan tidak memperhatikan dampak lingkungan, sehingga masyarakat petani dan nelayan mengeluh dan merasa sangat dirugikan dan kehilang mata pencaharian,hal ini tentunya perlu untuk ditelisik dan dipertanyakan apakah perusahaan ini sudah mengantongi izin ataukah belum.

Menurut La Ode Sirajudin salah seorang Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) “BALANGA “ La Ode menilai tindakan perusahaan itu jelas melanggar aturan karena sungai dan anak sungainya termasuk aset negara yang perlu dipelihara dan dilestarikan kerena menyakut kelangsungan mahluk hidup dan hajat hidup orang banyak.

“Itu bisa saja jadi pelanggaran tindak pidana karena merusak aset Negara , karena manfaat sungai dan anak sungai itu menjadi hilang, pemerintah harus tegas jika terbukti tindakan PT.BAT ini salah, tindak dengan tegas jangan ada toleransi lagi bongkar dan kembalikan fungsi sungai dan anak sungai tersebut seperti sedia kala” ujar La ode.

“Akibat tersumbatnya sungai tersebut terjadilah genagan air dimana-mana sehingga merusak ekosistim dan habitat mahluk hidup, selain dari pada itu pungsi sungai ini sebelumnya menjadi jalur transportasi warga masyarakat petani dan nelayan yang menggunakan perahu, Ces dan kelotok untuk mencari nafkah sehari-hari yang saat ini tidak bisa lagi,” jelas La ode.

“Dalam waktu dekat temuan ini akan kami laporkan kedinas terkait hingga ke kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup di Jakarta, Kuat dugaan bahwa apa yang dilakukan pihak PT.BAT ini ada indikasi menambrak aturan dan undang-undang ” Beber La Ode dengan semangat dan terlihat geram.

“Kami berharap kepada Aparat penegak hukum dinegeri ini jika hal ini terbukti melanggar aturan, agar menindak tegas para Investor nakal yang berpotensi merugikan negara , terapkan hukum itu dengan seadil-adilnya tidak pilih kasih dan pandang bulu , biar terkesan hukum dinegeri ini tidak laksana pisau hanya tajam kebawah dan tumpul keatas , hanya orang kecil yang banyak dijadikan tumbal sementara orang besar yang memiliki kekuasaan dan pundi-pundi rupiah yang mampu membeli hukum itu tidak tersentuh sama sekali, ” pinta La Ode.

Terpisah menurut warga yang tidak mau nama nya publikasikan bahwa,” Perbuatan Manajemen perusahaan ini sangat merugikan kami selaku nelayan dan petani karena sungai inilah satu-satu nya jalur transport kami dalam mengais rejeki menggunakan perahu ces dan kelotok , kami minta kepada pemerintah agar mengembalikan pungsi sungai ini seperti sedia kala,” Harap nya.

Sampai berita ini kami terbitkan pihak terkait belum bisa dikonfirmasi terkait permasalahan ini sementara pihak PT.BAT sendiri terkesan menghindar dan tidak ada upaya untuk mengklarifikasi baik secara langsung maupun secara tertulis selaku objek dari berita ini, (Misnato/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *