Polisi Kesulitan Tangkap Pelaku Pemerkosa Siswa di Campalagian?

“Lima Bulan Telah Berlalu, Kasus Pemerkosaan di Campalagian”

POLMAN (SULBAR), BINPERS.COM – Kinerja aparat Polisi Republik Indonesia terus teruji seiring dengan kepecayaan masyarakat terhadap polisi kita yang selama ini menurun dan mulai dibangun kembali pencitrannya oleh petinggi Polri, tetapi masih saja tercedrai akibat ulah oknum di tingkat bawah jajaran polisi negara itu yang notabene adalah pelindung, penegak supermasi hukun dan pengayom masyarakat tetapi tampaknya sulit diimplementasikan kebijakan pimpinan Polri secara maksimal sesuai harapan masyaakat yang membutuhkan perlindungan hukum dari segala tindak kejahatan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Tersebutlah, Polisi Sektor Campalagian Polres Polewali Mandar dalam wilayah hukum Polda Sulbar. Betapa tidak, kasus pemerkosaan yang dilaporkan keluarga korban untuk mencari perlindungan hukum dan pengayoman dari aparat Polri setempat tetapi hingga sekarang pihak polisi dinilai keluarga korban terkesan belum mampu memberi perlindungan terhadap warga yang korban pemerkosaan secara maksimal dan profesional. Seperti dialami oleh keluarga korban pemerkosaan,  Nursymasiah, warga Mapilli kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulbar bahwa dirinya telah melaporkan tersangka lelaki pengangguran Ridwan alias Rido, warga jalan Masdar Campalagian kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali mandar, Sulbar ke Polsek Campalagian karena diduga melakukan pemerkosaan terhadap Bunga (nama samaran), Kamis tanggal 29 Januari 2017 lalu tetapi hingga sekarang belum ada kepastian oleh pihak polisi melakukan penangkapan pelaku lelaki Ridwan alias Rido.

Nursyamsiah kepada Jurnalis BINPERS.COM, Minggu, tanggal 28 Mei 2017 di kantor Biro pemberitaan Tabloid Berita Investigasi Nasional (BIN) wilayah Sulselbar, di Matakali mengisahkan tentang kronologis peristiwa itu. Pada hari Sabtu tanggal 28 Januari 2017 sekitar jam 10. 00 wita lalu, bertepatan dengan hari libur, korban bersama teman-teman sekolahnya pergi ke Palippis, salah satu obyek wisata di kecamatan Campalagian dengan menggunakan kendaraan roda empat dan setelah kembali bersama tema-temannya dengan menggunakan kendaraan roda empat (angkodes, red), tetapi tiba-tiba oknum pelaku menghadang kendaraan yang ditumpangi korban bersama temannya dan memaksa turun dari mobil lalu membonceng pulang. Namun dalam perjalanannya menuju rumahnya di Mapilli Loyo, pelaku Ridwan alias Rido mulai salah tingkah dan berniat jahat dengan membelok dari jalan poros masuk ke salah satu lorong dengan membawa korban ke salah satu rumah kosong, yang biasa ditempati para kaum muda mudi berkumpul, kata Nursyamsiah.

Menurut Nursyamsiah, tante korban, meski korban sempat menegur dan bertanya kepada pelaku kenapa kita datang di suatu rumah kosong tetapi pelaku menyampaikan bahwa kita singgah sebentar istirahat sehingga korban sedikitpun tidak merasa curiga dan tidak mungkin pelaku mau berbuat tidak tidak terpuji terhadap dirinya, apalagi dia kenal dengan baik. Tetapi apa daya, ternyata firasat korban meleset, dan niat buruk pelaku terkabul dengan mengajak korban naik di rumah kosong dan memaksa melayani seperti layaknya suami istri. Walaupun korban awalnya memberontak dengan menolak keinginan pelaku tetapi apa daya, sebagai perempuan lemah tentunya tenaganya jauh lebih kuat ketimbang tenaga pelaku, yang sehari-harinya pengangguran. Apalagi pelaku sendiri sudah dirasuki nafsu setan jahat untuk merenggut keperawanan korban dan akhirnya keperawatan korban bobol dan dapat dinikmati pelaku di sebuah gubuk tanpa penghuni tersebut.

Akibatnya, kata Nursyamsiah, korban terpaksa dilarikan ke rumaha sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Majene untuk mendapatkan perawatan intensif secara medis selama empat hari karena mengalami pendaharaan bagian alat vitalnya (alat sensitifnya, red) lantaran terkena barang tumpul miliki pelaku “Ridwan” dan korban dirawat di rumah sakit selama empat hari karena pendarahan. Kini kondisi korban mengalami Depresi cukup berat dan diperpuruk lagi korban dinyatakan oleh pihak sekolahnya tidak lulus ujian nasional Mei 2017 lalu.

Lebih jauh Nursyamsiah menjelaskan, akibat peristiwa yang sangat memalukan itu, keseokan harinya, yakni Sabtu tanggal 29 Januari 2017 atas nama keluarga korban melaporkan peristiwa memalukan ini ke Polsek Campalagian. Walaupun dirinya berkaii-kali menghubungi pihak penyidik Polsek Campalagian untuk mempertanyakan tentang penangkapan pelaku, yang hingga sekarang masih berkeliaran tetapi pihak penyidik menyampaikan kalau pelakuknya sementara melarikan diri ke Kalimantan dan menyulitkan pihak polisi untuk menangkapnya, bahkan pihak penyidik menyampaikan, pelaku pasti ditangkap dan biar pelakunya datang 15 tahun mendatang itu pasti tetap ditangkap.

“ Biar 15 tahun kalau pelakunya baru datang, pasti ditangkap bu”, ujar Nursyamsiah menirukan ucapan salah seorang oknum penyidik Polsek Campalagian sembari menambahkan dirinya melaporkan kasus yang menimpa keluarganya satu hari setelah pristiwa karena semua (anggota keluarga, red) berkonsetrasi di rumah sakit umum Kabupaten Majene karena korban mengalami pendarahan, yang dirawat selama empat hari.

Dalam kesempatan itu, Nursyamsiah juga mengaku kalau pihak keluarganya pernah melihat pelaku masih berada di Campalagian tetapi pihak polisi tidak menangkap dan pihaknya telah menyampaikan keberadan pelaku itu tetapi pihak polisi terkesan tidak serius menangkap pelaku kasus pemerkosaan “R”.

Dalam kesempatan itu, Nursyamsiah juga menyampaikan kalau sebelumnya, pihak korban telah didatangi pihak keluarga pelaku bersama oknum kepala desanya menyampaikan kalau bersedia bertanggungjawab atas kejadian itu dengan mengawinkan kedua bela pihak, yakni antara korban dengan pelaku tetapi korban sendiri justru menolak keras dengan alasan kalau pelaku mau baik dan punya niat baik untuk melamarnya, harusnya tidak melakukan penganiayaan terhadap dirinya hingga merenggut keperawanannya tanpa melalui proses nikah syah.

”Satu hal yang membuat keluarga korban sedih dan prihatin, di samping korban diperkosa oleh lelaki bejat, juga korban juga dinyatakan oleh sekolahnya tidak lulus dalam ujian nasional tahun 2017, padahal korban telah mengikuti ujian nasional”, ungkap Nursyamsiah.

Kapolsek Campalagian, AKP Syamsulrijal didampingi Kanit Reskrim Polsek Campalagian, Rauf dikonfirmasi Jurnalis BINPERS.COM, Selasa (30 Mei 2017) membenarkan adanya laporan pihak keluarga korban kasus dugaan pemerkosaan satu hari setelah peristiwa terjadian dan pihaknya sudah melakukan proses termasuk sejumlah saksi telah dimintai keterangan tentang kasus dugaan pemerkosaan tersebut. Hanya saja disayangkan, kata AKP Syamsulrijal, pihak keluarga korban sedikit terlambat melaporkan ke pihak polisi, yakni satu hari setelah kejadian sehingga pelakunya memiiki banyak waktu untuk melarikan diri ke Kalimantan. Walaupun terlambat dilaporkan tetapi pihaknya tidak mempersoalkan dan kasus itu tetap diproses dan menetapkan tersangkanya, Ridwan alias Rido, bahkan pihaknya telah menjadikan tersangka masuk sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) karena melarikan diri ke Kalimantan.

Ketika diminta tanggapannya tentang adanya pesepsi penilaian dari pihak keluarga korban kalau pihak polisi terkesan lamban menangkap pelaku pemerkosaan, bahkan keluarga korban pernah melihat kalau pelaku masih berada di Campalagian dan berkeliaran tetapi belum diamankan polisi. Menurut Syamsulrijal, sesungguhnya apa disampaikan pihak keluarga korban itu tidak benar karena kasus ini telah diproses dan siap dilimpahkan. Hanya saja kendalanya karena pelakunya masih buron dan melarikan diri ke Kalimantan dan pihaknya mengalami kesulitan sehingga pihaknya menghimbau kepada pihak keluarga korban atau khalayak ramai yang menemukan pelaku Ridwan alias Rido agar segera dilaporkan ke pihak polisi Sektor Campalagian.

“ Kalau pelakunya hari ini tertangkap, berkas kasus ini segera dilimpahkan untuk proses lebih lanjut dan diminta kepada kelurga korban agar segera melaporkan jika menemukan pelaku dah khusus kepada pelaku agar segera menyerahkan diri sebelum polisi menangkap”, tegas Syamsulrijal. (Andira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *