Polda Sulbar Tangkap Oknum Guru SMAN 1 Wonomulyo

“ Terkait Kasus Penipuan CPNS 2013, Korbannya Capai 410 Di Sulselbar ”

MAMUJU, SULBAR (BIN PERS.COM) – Setelah melalui proses cukup melalahkan dan menyita waktu cukup lama bagi Penyidik Polda Sulbar untuk mencari bukti pendukung penyidikan termasuk saksi dan korban, yakni sejak tanggal 18 Januari 2017 dan berdasarkan laporan tiga orang korban penipuan CPNS jalur khusus itu 2014, yakni Muh.Yusuf, Husniah dan Nurhayati ketiganya adalah staf dan tenaga pendidik di SDN 021 Bunga-Bunga desa Bunga kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar dengan Nomor Polisi: LP 108/I/2017/Skpt/Sul-bar. Selanjutnya pemeriksaan dibagian Dit Reskrimum Polda Sulbar di Mamuju hari itu juga.

Semua saksi korban termasuk terlapor “MID” salah seorang guru SDN 032 Pangesorang kecamatan Campalagian Kabupaten Polman, yang kini diangkat menjadi kepala SD Pangaparan kecamatan Mapilli telah diperiksa secara marathon oleh penyidik Polda Sulbar dan semua saksi menyatakan kalau oknum MTL, salah seorang guru ekonomi di SMAN 1 Wonomulyo, Polman yang disebut sebagai koordinator kasus tindak pidana penipuan CPNS jalur khusus (tanpa testing) tahun 2013 dan sejak November 2015 meninggalkan kewajibannya sebagai guru dan melarikan diri ke Jakarta via Makassar karena tersandung kasus penipuan CPNS jalur khusus 2013. Akhirnya oknum MTL sebagai Koordinator calo kasus penipuan CPNS itu diciduk Tim Ditreskrimum Polda Sulbar di tempat persembunyiannnya di Hotel Dariza depan Terminal Pulogadung Bekasi Jakarta Selatan, Jumat, tanggal 8 Mei 2017 pukul 23.30 wib, yang dipimpin AKBP H. Andi Mappijaji, S.H dibantu tiga orang anggota Resmob Polres Bekasi setelah melarikan diri sejak tahun 2015 dan kini oknum MT telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi tahanan Polda Sulbar.

Menurut Direktur Reskrimum Polda Sulbar, Kombes Pol. Hery Wijayanto, dari hasil penyidikan kasus ini masih dalam pengembangan untuk mengetahui jaringan komplotan yang telah beraksi sejak tahun 2013 dan memiliki jaringan nasional yang dipimpin oknum YL, yang sementara masih buron. “ Penyidikan awal untuk wilayah Sulbar, MT dibantu empat orang yang kini masih dalam pencarian dan kami belum bisa merilis nama ke empat orang itu untuk menghindari supaya mereka tidak kabur meninggalkan Sulbar hingga menyulitkan bagi Tim penyidik.

Diketahui, oknum MID, S.Pd, salah seorang tenaga pendidik di SDN 032 Pengesoran Kec. Campalagian, kini diangkat sebagai kepala sekolah SDN Pangaparang kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat dilaporkan ke Polda Sulbar oleh Muh.Yusuf bersama dua orang rekannya, Husniah, S.Pd dan Nurhayati, S.Pd sebagai korban calo penerimaan CPNS tanpa test tahun 2013 berdasarkan kwitansi ditandatangani oknum MID dan MT dengan nilai bervariasi dan system pembayarannya secara bertahap, mulai dari Rp 3,5 juta hingga Rp 36 juta. Kasus pidana dugaan penipuan dan penggelapan CPNS jalur khusus tanpa test tahun 2013 silam kepada beberapa guru horoner dan tenaga sukarela serta umum di Kabupaten Polewali Mandar khususnya di SDN 021 Bunga-Bunga kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar (Polman) sehingga korban mengalami kerugian mencapai ratusan juta melalui perantara oknum kepala SDN 021 Bunga-Bunga berinisial, “NM”, juga telah diperiksa penyidik Polda Sulbar.

Walapun hampir seluruh saksi dimintai keterangannya oleh penyidik kasus dugaan penipuan CPNS tanpa test tahun 2013 tetapi hingga sekarang (hingga berita naik ceta red) polisi telah menetapkan tersangkanya berinisial MT sementara terlapor awal oknum, MID hingga sekarang (hingga berita ini dikirim keredaksi red) belum ditahan sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan miring dari sejumlah kalangan khususnya korban bahwa mampukah penyidik menetapkan tersangka kasus calo CPNS 2013 ini, yang korbannnya mencapai 410 orang dan terbanyak tenaga pendidik dan kesehatan, yang tersebar di Sulselbar, terdiri dari 187 orang di Sulbar dan terbanyak di Kabupaten Polman dan 223 orang korban di Sulsel, apalagi terlapor, “MID” mengklaim dirinya kalau ia adalah salah satu korban penipuan CPNS karena anaknya juga ikut menjadi sasaran penerimaan CPNS tanpa test, bahkan hanya sebagai perantara sekaligus pemberi informasi antara oknum “MT” dengan pelapor, Muf.Yusuf bersama korba lainnya, Husnian, S.Pd dan Nurhayati tentang adanya pengangkatan CPNS tanpa testing itu, bahkan sesuai pengakuan salah seorang korban, Husniah bahwa dirinya bersama Muh.Yusuf telah sepakat dengan oknum MID aupun oknum NM untuk mengembaliakn dananya. Khusus Muh.Yusuf, kata Husniah, dananya telah dikembalikan sebanyak Rp 38 juta oleh oknum NM sebagai perantara antara korban Muh.Yusuf dengan oknum terlapor MID dengan meminjam sementara kepada dirinya (Husniah red) sedangkan dirinya ( Husniah) juga telah sepakat dengan oknum terlapor MID membayar dengan jaminan Sertifikat sebidang lokasi persawahan milik oknum MID melalui Notaris.

“Secara pribadi saya dengan MID sudah tidak ada malasah karena dana yang diambil itu sudah ditebus dengan sertifikat lokasi miliknya”, ujar Husniah.

Oknum MID yang di sebut-sebut para korban pelapor kasus tindak pidana calo CPNS jalur khusus tahun 2013 sebagai salah satu ujung tombak jaringa pencari korban untuk dijadikan sebagai PNS formasi Jalur khusus 2013 dengan ketentuan harus membayar awal 40 persen dari total dana ditetapkan oknum pelakunya dibawa kendali oknum lelaki ‘MT’ juga salah seorang guru di SMAN 1 Wonomulyo Kabupaten Polman provinsi Sulbar, yang kini telah ditahan di mapores Mamuju. Oknum MID, yang terlapor di Poda Sulbar, 18 Januri 2017 lalu, yang diduga merupakan salah satu kaki tangan oknum “MT” mencari mangsa untuk dijadikan CPNS jalur khusus.

Oknum MT dengan berbagai jurus pamungkasnya melalui kaki tangannya dengan menyeret sejumlah oknum pejabat dan guru ikut terlibat sebagai calo dengan menganut sistem jejaring secara berantai hingga sasaran calon korbannya sehingga kebanyakan korbannya terhipnotis dan tergiur dengan iming-iming diangkat menjadi CPNS tanpa testing melalui kaki tanggannya dengan sasaran tenaga kontrak dan sukarela di instansi pemerintah di Sulselbar khususnya GTT dan PTT di sekolah dan tidak terkecuali sejumlah PNS bahkan sejmlah pejabat dalam lingkup Pemkab Polman diseret menjadi calo mencari dan mendatangi calon korbannya dengan meyakinkan, bersedia mengikuti aturan main yang diterapkan oknum “MT” selaku kordinator sekaligus penyambung lidah dari aktor oknum H.YL kasus calo CPNS jalur khusus sejak tahun 2013 hingga sekarang belum ada kepastian walaupun mereka para korban telah mengantongi SK CPNS dan penempatan, yang diduga kebsahan SK diberikan oleh oknum itu kepada para korban diragukan keasliannya alias aspal dan tidak terdaftar di BKN pusat dan Regional Makassar maupun BKDD setempat.

Hal it terbukti, hingga sekarang tidak satupun dari mereka pemegang SK CPNS formasi jalur khusus itu dipanggil melengkapi berkasnya seperti lazimnya CPNS formasi resmi tetapi para korban hanya terus dijanji oleh komplotan sindikat CPNS formasi jalur khusus itu. Bahkan oknum “MT” melalui surat pernyataannya tetanggal 9 Februari 2017 ditandatangani diatas materei 6000 dengan menyatakan bahwa apabila sampai tanggal 20 Maret 2017 tidak ada pembuktian maka saya bersedia mengembalikan dananya berdasarkan bukti-bukti penerimaan yang saya diterima, tetapi hingga diciduknya polisi, janji MT berdasarkan keterangan Surat Penyataan dikirim melalui SMS kepada seluruh korban itu penipuan ASN ternyata diingkari. Bahkan SMS terakhirnya yang ditujukan kepada salah seorang korbannya yang telah membayar Rp 100 juta, dua kali pembayaran, yakni Rp 40 juta langsung diserahkan kepada MT dan Rp 60 juta melalui Nomor rekening MT dan terakhir melalui SMS, MTL “ Sekarang saya disidik di polda Sulbar, diminta semuanya bersabar dan semuanya akan baik-baik, sisa menunggu H.YL karena polisi segera menjemput di Jakarta untuk dibawa ke Sulbar”, ujar MTS lewat pesan singkatnya.

Dari informasi dihimpung Jurnalis BIN Pers.com, penyidik Polda Sulbar Rabu, 17 Mei 2017 lalu, kembali memeriksa sejumlah saksi, yang merupakan komplotan tersangka MT, diantaranya, HB, YR dan AG termasuk salah seorang oknum pejabat lingkup pemkab Polewali Mandar, NA yang sempat diseret tersangka MT untuk masuk perangkatnya dijadikan jejaring untuk mencari korban, yang sebelumnya juga penyidik memeriksa kaki tangan tersangka, MT, yakni AR. Salah seorang kaki tangan tersangka, Sementara HB yang merupakan jaringan YR dihubungi Jurnalis BIN Pers.com via telepon selulernya mengatakan, dirinya mendapat panggilan dari penyidik Polda Sulbar, hari Rabu tanggal 17 Mei 2017 untuk dimintai keterngan terkait dengan tertangkapnya pelaku kasus dugaan penipuan CPNS jalur khusus 2013, MT. (Andira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *