BPK Pertanyakan Jalan Poros Karimun

“Seumur Jagung Sudah Hancur, Dikerjakan Oleh PT Karimun Agung Perkasa”

Kepri, (Karimun) BINPERS.COM – Hancurnya jalan poros yang dikerjakan oleh kontraktor pilihan dinas terkait membuat masyarakat mempertanyakan termasuk BPK sempat juga menyinggung proyek jalan yang menelan anggaran sekitar Rp 40 miliar di Tanjungbalai Karimun, belum satu tahun siap dikerjakan jalan sudah rusak.

Jalan protokol Karimun yang menelan anggaran cukup sekitar Rp 40 miliar ini, sudah harus mendapat perawatan, Jumat (19/5/2017) lalu.

Proyek peningkatan jalan Poros dikerjakan kontaktor PT Karimun Agung Perkasa selama 135 hari kalender. Proyek menelan anggaran sekitar Rp 40 miliar untuk sepanjang 4,5 Kilometer.

Kepala Inspektorat Daerah Karimun, Dedi Hardiman menyebutkan pihaknya masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap proyek jalan tersebut.

“Laporannya (BPK), proyek tersebut belum keluar kami masih menunggu,” kata Dedi Hardiman kepada wartawan Selasa (23/5/2017).

Dedi mengakui, dalam sebuah pertemuan, BPK sempat menyingung proyek jalan Poros yang berada di Karimun tersebut.

BPK akan merekomendasikan sejumlah langkah-langkah setelah hasil pemeriksaan selesai. Itu masih dibahas, nanti kalau sudah keluar laporan (BPK) nanti akan kami bahas lagi.

Bagian Inspektorat Daerah sendiri tidak memeriksa proyek tersebut dengan alasan Dinas Pekerjaan Umum karimun belum dalam pemeriksaan Inspektorat.Kami masih review laporan keuangan pemerintah daerah, jadi belum masuk ke pemeriksaan masing-masing OPD.

Anggaran untuk proyek tersebut waktu dikerjakan dengan dana Rp 40 miliar untuk proyek peningkatan Jalan Sudirman sepanjang 5 kilometer, tapi nyatanya hanya dikerjakan sepanjang 4,5 km, Dedi meyakini dananya lansung dipotong oleh pemerintah pusat.

Anggaran proyek berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016.Rencananya proyek jalan tersebut akan diteruskan pada 2017 mulai dari jalan depan kantor Bupati Karimun hingga GOR Badang Perkasa dengan ketentuan, jika pusat kembali mengucurkan DAK untuk
Arezon Andre SH, Juga selaku Aktifis LSM APERA INDONESIA, saat diminta tangapan terkait dengan hancurnya jalan yang menelan anggaran RP 40 Milyar tersebut baru siap dikerjakan belum sampai satu tahun sudah hancur diperbaiki kembali.

“Namun kita pertanyakan waktu pelaksanaan pekerjaan dulu bagai mana pengawasan dalam melaksanakan jalan tersebut, hancur nya jalan tersebut tentu kita pertanyakan. Seharusnya jalan yang dikerjakan dengan baik sesuai kontrak dan pengawasan yang baik,serta perancanaan yang matang dan pemakaian material sesuai kontrak, tentu jalan tersebut bertahan dengan lama. Dengan umur yang telah ditentukan,” ujarnya.

Terkait dengan hancurnya jalam poros ini yang membuat pertanyaan masyarakat di Karimun Propinsi Kepri serta pihak BPK sudah saat memeriksa proyek ini dari awal kontrak sampai hancur saat sekarang . proyek baru seumur jagung sudah hancur.
(Hasmi)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

One Thought to “BPK Pertanyakan Jalan Poros Karimun”

  1. Doni Septian, S.Sos.,M.IP

    Indonesia banyak yang kebal, sanking kebalnya aspal, besi, semen dan batu pun di makannya..
    Instansi yg berwenang bidang pengawasan mestinya harus optimal dalam mengawasi..kalau perlu di bawa linggis untuk uji coba sblm kontrak slesai..malu kita melihat jika wajah ibukota kabupaten jalannya bocor..

Leave a Comment