Unit-1 Jatantasla WFQR Lantamal IV Tanjungpinang Amankan 290 Ton BBM Ilegal

Tanjung Pinang, BINPER.COM – TNI Angkatann Laut (AL) Tanjungpinang, melalui Dinas Penerangan merilis penangkapan Kapal bermuatan 290 ton BBM di Mako Lantamal IV, Jumat (24/23).

Dalam keterangannya, Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan, menjelaskan penangkapann pertama dilakukan Unit-1 Jatantasla WFQR Lantamal IV Tanjungpinang mengamankan KM Kawaranke-3 bermuatan BBM ilegal di perairan sekitar Pulau Sambu Batam pada Kamis (23/3).

“KM Kawaranae-3 GT 265 berbendera Indonesia milik “DS” dinahkodai oleh “Z” bersama 7 ABK. Kapal dengan anjungan berwarna putih dan warna hitam pada lambungnya bermuatan minyak hitam (MFO) sebanyak 100 ton dan solar (HSD) sebanyak 190 ton,” ungkap Danlantamal IV.

ABK tidak memiliki kelengkapan surat Perjanjian Kerja Laut (PKL), persetujuan rencana pengoperasian kapal pada trayek tidak tetap.

Selain itu, KM Kawarane-3 GT 265 memilki surat angkutan laut dalam negeri yang sudah tidak berlaku, surat keterangan perubahan kapal dari kapal penumpang menjadi kapal pengangkut BBM tidak berlaku lagi.

Keterangan nahkoda dan bukti bukti, kapal ini adalah kapal penumpang yang di modifikasi, jadi kapal BBM untuk mengelabui petugas, karena surat resminya tidak ada. Surat untuk merubah dari kapal BBM ke Kapal Penumpang itu tidak ada, kita ragukan manifesnya,” kata Irawan.

Mantan Komandan Satuan Pasukan Katak (Satkopaska) Kormabar itu mengungkapkan modus mengelabui petugas dari informasi nahkoda, didapatkan keterangan kalau saja kapal tersebut menunggu kapal tanker lain dan melaksanakan transfer BBM secara ilegal di tengah laut.

“Bahwa kejahatan mereka sudah sangat terencana, dan sangat mungkin mereka adalah bagian dari sindikat penyelundupan BBM ilegal internasional,” katanya.

Kapal KM Kawarane-3 beserta nahkoda dan ABK serta muatan kapal menuju dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV guna proses lebih lanjut.

S.Irawan memberikan peringatan kepada siapa pun pelaku tindal kriminal di laut, khususnya bagi para penyelundup untuk menghentikan segala aktivitas yang nyata merugikan perekonomian negara.

Saya yakin semakin lama jika terus dicegah, tidak akan ada lagi penyelundupan, karena kami tidak akan pernah memberikan ruang gerak,” terangnya. (Hasmi)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment