Program Bedah Rumah, Bukan Berkah. Justru Bikin Susah?

Tolitoli, BINPERS.COM – Program bantuan bedah rumah yang dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman menjadi masalah baru bagi masyarkat penerima mamfaat. Hal ini terjadi karena sampai dengan 18 April 2017 bantuan Tahap II sejumlah Rp7.500.000 tidak kunjung dicairkan, sedangkan sebagain besar rumah warga penerima mamfaat mulai rusak.

Sekitar 98 rumah yang tersebar di 3 kelurahan yaitu Kelurahan Nalu, Kelurahan Baru dan Kelurahan Sidoarjo harus pasrah menerima keadaan yang cukup memprihatinkan, pasalnya sebagain besar masyarakat penerima mamfaat harus tinggal beratapkan tenda bahkan ada sebagain warga yang harus tinggal di rumah kos kosan. Hal ini menjadi cacatan panjang yang memilkukan karena bantuan yang diharapkan dapat membantu masyarakat justru membikin susah.

Kepala Bidang Perumahan Rakyat saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya hanya sebagai perpanjangan tangan dari pusat, jadi persoalan cair dan tidak anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut kita tidak punya kewenangan. bahkan jika begini jadinya mendingan program ini tidak dilaksanakan.

Sebelumnya, telah dilakukan rapat dengan pendapat oleh para penerima bantuan tentang kendala tidak cairnya bantuan tersebut kepada Pemrintah Daerah. Saat itu, sekretaris keuangan angkat bicara bahwa seluruh program yang dianggarkan melalui Dana DAK di Kab. Tolitoli bermasalah dan tentunya jika ini tidak cair maka ini akan menjadi hutang daerah yang harus dimasukkan dalam APBD perubahan nanti sehingga seluruh program tersebut dapat dilaksanakan.

“Dan sambil menunggu pembahasan anggaran perubahan tersebut kepada penerima bantuan diharapakan untuk mencari pihak ketiga yang bisa memfasilitasi sejumlah barang dalam pembangunan rumah tersebut, dengan cara melakukan perjanjian yang diketahui oleh pemerintah daerah,” tandasnya.

Namun faktanya sampai saat ini penerima mamfaat tidak mendapatkan pihak ketiga yang dimaksud, karena mereka tidak mau mengambil resiko dikemudian hari, sehingga mereka meminta kepada pihak kepolisian untuk dapat mengusut tuntas tentang kelalaian yang dilakukan pemerintah daerah kab. Tolitoli terkait pencairan dana alokasi khusus tersebut karena akibat kelalaian mereka 98 rumah harus menanggung derita. (Edi)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment