FPPI Polman Minta Oknum Polri Pelaku Kekerasan Dicopot

Polman, Sulbar, BINPERS.COM – Aksi pemukulan yang dilakukan salah seorang oknum anggota Polres Majene Polda Sulbar terhadap aktivis FPPI Kaupaten Majene Aldi, sedikitnya 12 Mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Pemuda Indonesia ( FPPI) Polewali Mandar melakukan aksi damai didepan pintu masuk Mapolres Polewali Mandar.

Puluhan Mahasiswa itu, dipimpin Muhammad Tamrin selaku coordinator lapangan (koorlap) dalam orasinya mengingatkan pihak Polres Polewali Mandar, mudah-mudahan peristiwa pemukulan terhadap aktivis Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) di Majene, yang dilakukan oknum anggota Polri Polres Majene, tidak terjadi di jajaran Polres Polewali Mandar. Hanya saja, FPPI tidak menyebutkan inisial oknum anggota Polri Polres Majene yang melakukan penganiayaan aktivis FPPI di Majene.

Aktivis FPPI Polman itu secara bergantian melakukan orasi di depan pintu masu Mapolres Polewali Mandar dan dijaga ketak oleh polisi.

Dalam tuntutannya secara tertulis menjelaskan kronologis, ketika korba, lelaki Aldi bersama dua orang temannya ( Arham dan Sahrul) datang di Mapolres Majene dengan tujuan menjengut salah seorang keluarganya tetapi niatnya untuk menjengut keluarganya gagal karena salah seorang oknum anggota Polres Majne yang bertugas saat itu tidak memberi izin masuk dengan alasan waktunya sudah larut malam dan menyarankan ketiga pemuda itu agar besok kembali, tentunya saja ketiga lelaki bersahabat itu mengikuti permintaan oknum polisi danterpaksa mengurungkan niatnya menjengut keluarganya. Tetapi setelah ketiga pemuda itu berada di tempat parkiran diluar kawasan Mapolres Majene, tiba-tiba datang salah seorang oknum anggota Polri mengampirinya dan menanyakan kepada korban bahwa anda berbocengan tiga, namun korban menjawab pertanyaan oknum anggota Polri itu bahwa Bapak tidak punya bukti kalau saya datang disini ( Mapolres red) dengan berboncengan tiga dan oknum itu kembali bertanya tentang helm rekannya itu, tetapi korban sponantas memberi “tidak ada” lau kemudian oknum itu hedak mendorong motor dengan maksud mengamankan dan korban mempertahankan tetapi apa daya seorang pemuda menghadapi oknum polisi tidak mampu berdaya, apalagi terlanjur kera baju ditarik dan mendorong korban, demikian bunyi salah satu selebaran yang dibagikan kepada Pers maupun orang yang menyaksikan saat berorasi.

Selain itu, masih bunyi selebaran itu, melihat kondisi yang tidak menguntungkan, maka korban Aldi bersama rekannya, Arham kembali ditahan sementaran Sahrul tetap lari meninggalkan TKP karena merasa ketakutan. Pada saat berdialog sejumlah anggota Polres Majene, tiba-tiba muncul oknum pilisi dengan menggunakn motor dan langsung turun dari motornya, tanpa bertanya langsung membanting korban (Aldi) dan terjatuh dan ketika berdiri, oknum itu kembali menghadiahi tinju gratis yang sasaran pipi korban bagian kanan kemudian digiring kembali ke Mapolres Majene dan sekitar 15 menit berada di mapolres Majene, korban disuruh mengurus surat tilangnya dan disuru pulang, bahkan korban lain, Sahrul sempat mencium aroma bau alkohol dari salah seorang oknum Polri. Sementara dalam tuntutannya FPPI Polman,

  1. Stop Tindak Premanisme aparat,
  2. Copot anggota Polres Majene pelaku tindak intimidasi dan tindak kekerasan terhadap Mahasiswa.
  3. Apabila oknum anggota Polres Majene pelaku tindak intimidasi dan kekerasan terhadap Mahasiswa tidak dicopot maka Kapolres Majene dan Kapolda Sulbar mesti bertanggungjawab.

Demikian salah satu bunyi surat selebaran dibagkian kepada Jurnalis BINPERS.COM saat aksi demo berlangsung. (Andira)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment