BINPERS

Berita Investigasi Nasional

RUPBASAN Sulteng Perawatan Hanya Diberi Rp. 10 Juta Pertahun

Litbang Media BN/binpers.com (paling kanan) bersama petugas RUPBASAN

BN- Palu, Pada Pasal 44 ayat (1) jelas terdapat norma bahwa benda sitaan harus disimpan di rumah penyimpanan benda sitaan negara atau yang menurut PP Nomor 27 tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana saat ini dikenal sebagai Rumah Penyimpanan Benda Sitaan (Rupbasan).

Namun kenyataannya tanggung jawab besar tidak dibarengi dengan nilai perawatan Rupbasan yang memadai, untuk RUPBASAN Sulawesi Tengah hanya diberi Rp10 Juta untuk biaya perawatan pertahun. Cukupkah anggaran sejumlah itu???.. tentu saja tidak.

Kepala Rupbasan Sulawesi Tengah I Dede Artayasa, SH didampingi Isra Tantu SH mengatakan seharusnya semua pihak yudikatif harus kembali kepada komitmen Undang-undang,
yang mana semua barang hasil sitaan negara itu di simpan di Rupbasan bukan di instansi masing-masing.

” Saya hanya maunya kita kembali kepada komitmen pada Undang-undang, dimana semua hasil rampasan negara itu disimpan di Rupbasan. Bukan di simpan di kantor masing-masing, dan buat apa ada negara kalau sistim sudah ditabrak begini,” kata Isra Tantu, SH baru-baru ini di Ruang kerja Ka.Rupbasan Sulteng.

“Harapan rancangan undang-undang baru mengenai Rupbasan akan segera terwujud, agar kedepan Rupbasan menjadi tempat yang ideal buat penyimpangan barang sitaan negara dan menghasilkan kontribusi buat negara melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP),” ditambahkan I Gede Artayasa. Kepala Rupbasan Sulteng

Namun demikian meskipun  sistim penyimpanan barang sitaan mulai amburadul, bukan berarti Rupbasan Sulteng berleha-leha dan tak bekerja. Terbukti sampai berita ini dipublikasikan terdapat barang sitaan yang disimpan di Rupbasan Sulteng.

” BBM sebanyak 20 drum hasil kejahatan tahun 2015, sebanyak 1927 pc kayu hasil pembalakan liar, kendaraan jenis truk sebanyak 1 unit, bahan atau material tambang emas tradisional hasil tindak pelanggaran di tahun 2016 dan telah di eksekusi sebanyak 65 karung material tambang tersebut,” terang Isra Tantu. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *