Kinerja PLN Batang Hari Dikeluhkan Masyarakat

“ Aneh… Listrik mati tiap hari, Bayarnya melonjak naik !! “

Muaro Jambi-BN, Semenjak Manager PLN Kabupaten Batang Hari di Muara Bulian dijabat Arlin Jihar Sihombing, masyarakat Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi merasa kecewa, sebab kualitas kinerja PLN menjadi semakin menurun, antara lain pemakaian Voltase terkesan main tembak seperti tidak mencatat atau memotret pemakaian di terminal pelanggannya yang biasa dilakukan para petugasnya setiap tanggal 20 per bulannya.

Hal tersebut semakin diperparah lagi dengan matinya aliran listrik sebanyak 2 hingga 4 kali dalam satu hari, bahkan tidak jarang pula mati total selama 24 jam. Matinya aliran listrik tersebut sama sekali tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari PLN apakah ada perbaikan kerusakan, atau bahkan kesengajaan dari PLN mematikannya, masyarakat tidak mengetahuinya. Namun lucunya, tarif rekening selalu naik terus.

Ketika masalah ini dikonfirmasikan oleh tim jurnalis Media BN/binpers.com kepada Demmo, pimpinan subsektor PLN untuk Sungai Bahar, dengan enteng dirinya menjawab tidak tahu menahu masalah rekening PLN, semuanya adalah wewenang petugas dari Kabupaten Batang Hari di Muara Bulian.

Menurut keterangan beberapa warga setempat, diduga kuat petugas pencatatan rekening melakukan pekerjaannya terkesan main tembak, hal ini diungkap oleh salah satu warga Kabupaten Batang Hari bernama Hengky Pardede, dari unit 5 Sungai Bahar. Sebelum Arlin Jihar Sihombing menjabat Manager PLN di Kabupaten Batang Hari, biaya untuk membayar dengan daya 10.000watt setelah dihitung berdasarkan tarif resmi yang dikeluarkan oleh PLN telah sesuai dengan pemakaian yaitu sekitar Rp.800.000.- paling tinggi Rp.1.400.000.- namun sekarang melonjak hingga Rp2.350.000. lebih.

Hal yang sama pun dialami oleh M. Toni, pemilik POM BBM yang merasa sangat dirugikan dengan kondisi listrik saat ini, hingga baik dirinya maupun Hengky tersendat-sendat usahanya. Bahkan kini Hengky sudah jarang membuka usaha pencucian mobilnya, karena kondisi listrik yang sering mati serta beban pembayaran yang memberatkannya.

Selain itu, salah satu kebijakan era kepemimpinan Arlin Jihar Sihombing yang menyambung aliran PLN kepada Misnanto kurang lebih sepanjang 2 Km dengan memakai tiang dari kayu dinilai tidak pantas, padahal kabel PLN yang memakai tiang kayu ini adalah jalan inti Propinsi sampai kearah portal PT. Asiatiq Persada.
Masalah penyambungan kabel listrik yang memakai tiang dari kayu tersebut sebenarnya telah dilaporkan Korwil Media ini kepada Arlin Jihar Sihombing, dan Arlin hanya menganjurkan agar masalah tiang listrik yang terbuat dari kayu tersebut di ambil gambarnya melaui foto dan fotonya telah diserahkan kepihak pengaduan, namun sampai berita ini diturunkan tidak ada tindakan dari Manager PLN Batang Hari Arlin Jihar Situmorang.

Ternyata permasalahannya bukan itu saja, kinerja lambat petugas PLN lokal yang seperti keong pun kerap dialami masyarakat. Contohnya ketika 6 orang warga yang berasal dari Desa Rantau Harapan unit 5, yang memasang PLN Pintar dengan membayar Rp850.000.- pada bulan Desember 2016, namun baru terealisasi tanggal 5 Maret 2017 itupun setelah Husni, salah seorang pemasangnya mendesak petugas PLN Batang Hari untuk berencana akan melaporkannya ke kantor Pusat PLN.

Sungguh sangat disayangkan, dimana pemerintah dengan program kesejahteraan yang saat ini sedang di gemborkan, malah terkendala dan terhambat dengan SDM pimpinannya yang tidak kompeten dan memahami apa yang menjadi kebutuhan serta keluhan masyarakat terhadap kinerja instansi yang di pimpinnya.

Hingga berita ini diturunkan, sama sekali belum ada keterangan resmi dari Arlin Jihar Sihombing, terkait permasalahan diatas, dan beberapa tokoh masyarakat serta semua masyarakat berharap kepada media BN/binpers.com untuk menindaklanjutinya dengan mengkonfirmasikannya ke PLN pusat serta kementerian BUMN agar melakukan pembenahan terhadap kinerja PLN Kabupaten Batang Hari di Muara Bulian. (JHP).

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment