Kades Kasoloang : “….Galian C Ilegal di Desanya, Ditunggangi Oknum TNI dan Oknum Anggota Polsek Bambalamotu…”

Pasangkayu-BN, Kepala Desa Kasoloang, Asnani S.Pd, membenarkan adanya pengerukan aktivitas Galian C, di sepanjang bentaran sungai Kasoloang, tanpa mengantongi izin (AMDAL/UKL/UPL).  Dan pasir itu disebut dikeruk untuk kepentingan proyek mega bintang, pembangunan tanggul abrasi pantai Pangiang, yang menelan anggaran fantastis menembus angka Rp10 Miliar.

Anehnya lagi, Asnani yang merupakan orang nomor satu di Desa Kasoloang itu, membeberkan bahwa aktivitas penambangan ilegal Galian C tersebut, ditunggangi oleh Oknum TNI yang menjabat Babinsa Kasoloang, dengan oknum Polri dari kesatuan POLSEK Bambalamotu.

“Yang saya tahu pasang badan itu pak Binsa Kasoloang, dan ‘M’ dari Oknum Polri yang bertugas di  Polsek Bambalamotu,” terang Kades Kasoloang, kepada wartawan via telepon seluler, Minggu (19/3/2017) kemarin.

Terkait izin pengelolaan Galian C, Asnani yang juga pegawai Syara itu, menyebutkan yang berhak mengeluarkan Izin adalah pemerintah daerah, melalui Dinas terkait. Karena tidak ada hak Kepala Desa, untuk mengeluarkan izin pengelolaannya.

Karena demi kepentingan pekerjaan Balai Wilayah Sungai (BWS) III, untuk pembangunan abrasi Desa Pangiang, kata dia, maka pihak pengamanan seperti Babinsa Kasoloang, dengan pihak kepolisian Polsek Bambalamotu, meminta secara lisan aktivitas Galian C di sungai Kasoloang.

“Maka perlu diketahui saya tidak punya hak mengeluarkan izin, tapi Dinas terkait yang berkompeten,” jelasnya.

Dia menambahkan, aktivitas pengerukan pasir itu dapat kelihatan dari jembatan Kasoloang, yang menghubungkan Mamuju Utara akses transportasi darat menuju Sulawesi Tengah.

“Kalau kalian (wartawan,red) dari jembatan pasti kelihatan dibagian atasnya. Silahkan diliat sendiri,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, oknum Babinsa Kasoloang berinisial ‘D’ tersebut, dikabarkan merupakan ajudan pribadi Ketua DPRD Matra, Lukman Said S.Pd. Sedangkan Kepolisian Sektor (POLSEK) Bambalamotu tidak asing lagi disebut polisi berprofesi kontraktor.

Karena sebagian besar anggota kepolisan di daerah itu, berkecimpung berbisnis usaha Galian C, dan telah memiliki mobil truk untuk memuat pasir sendiri. Sehingga diminta kepada pihak Tipikor Kejaksaan Negeri (Kejari) Matra, segera menindaklanjuti keganjilan yang terorganisir dengan baik di lapangan tersebut.(Moh.Nadir)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment