Jalan Rusak Berat Perusahaan RAM Rawat Jalan Propinsi Dan Kabupaten

Muaro Jambi-BN, Sekalipun Gubernur Jambi, Zumi Zola dan PJ. Bupati Muaro Jambi Kailani telah datang untuk menyaksikan jalan yang rusak berat pada hari Rabu, 15 November 2016 tahun yang lalu, namun sampai berita ini diturunkan perbaikan jalan Propinsi dan jalan Kabupaten yang rusak berat tidak pernah terealisasi.

Dengan curahan hujan yang terus menerus turun serta akibat dilewati mobil Tronton yang bermuatan kayu gelondongan dengan tonase mencapai 40 sampai 45 ton/mobil, akhirnya jalan bertambah rusak berat sehingga arus lalu lintas terganggu.

Melihat kondisi tersebut, akhirnya PT. RAM Mas dan PT. RAM Sakean, salah satu perusahaan penampung hasil Tandan Buah Segar (TBS) pertanian Kelapa Sawit milik warga, berinisiatif memperbaiki jalan dengan menimbun batu gunung dan batu krekel/batu sungai yang dilakukan kadang 2 sampai 4 perminggu.

Aktifitas penimbunan batu gunung dan batu sungai tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak bulan Oktober 2016. Namun karena hujan yang selalu turun hampir setiap hari, hasilnya belum optimal.

PT. RAM SAKEAN melakukan perbaikan tersebut dekat Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTP Nusantara VI Pinang Tinggi dan jalan Kabupaten lokasi di Desa Marga unit 2 Sungai Bahar. Sedangkan PT.RAM MAS, melakukannya di jalan Kabupaten Muaro Jambi mulai dari jalan lokasi Perusahaan tersebut sampai ke lokasi unit 9 Sungai Bahar.

Manager PT.RAM SAKEAN, Mamora, serta Manager perusahaan PT. RAM MAS, Tri Ribut dan Lambok Silitonga ketika ditemui oleh Korwil Media BN/binpers.com di ruang kerjanya, mengatakan bahwa akibat kerusakan jalan tersebut mobil pengangkut TBS kadang antri di jalan Propinsi dan Kabupaten yang menuju PKS yang ada di lokasi Sungai Batang Hari Jambi.

Sehingga berdampak kepada anjloknya harga TBS di PT.Perkebunan Nusantara VI Tanjung Lebar yang mencapai Rp1.480/Kg. Di PT. RAM SAKEAN Rp1.610/Kg, di RAM MAS Rp.1.540./Kg. Harga TBS pada bulan OKtober 2016. Di Perusahaan RAM SAKEAN dan RAM MAS mencapai hampir Rp.2.000/Kg. Namun sejak bulan Januari 2017, harga TBS turun terus, hingga Selasa (14 Maret 2017) harga di PT. RAM SAKEAN Rp1.610./Kg. sedangkan PT.RAM MAS Rp1.540/Kg. Diluar Sungai Bahar PT.ASL yang berada di Ladang Pris Rp1.745, sedangkan PT.ADS di Tempino menerapkan harga Rp1.710.

Melihat kondisi tersebut, para petani merasa cemas serta berharap semoga hujan tidak turun terus dan mobil Tronton pengangkut Kayu Gelondongan tigak melalui jalan yang ke Sungai Bahar lagi agar jalan tersebut diatas dapat dilalui mobil pengangkut Tandan Buah Segar ( TBS ) agar masyarakat petani Kelapa Sawit Sungai Bahar mendapat harga yang pantas dengan masyarakat diluar Sungai Bahar.

Menurut R.Purba seharusnya untuk Sungai Bahar, Pemerintah memberikan Izin penambahan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) selain PKS yang disediakan oleh pihak PT.Perkebunan Nusantara VI. Harga TBS di Sungai Bahar dapat di permainkan oleh pihak pengusaha PT.RAM,apalagi harga TBS pihak PT.Perkebunan Nusantara VI, berbeda harga yang dibuat Dinas Perkebunan Propinsi Jambi, jadi pihak Perusahaan RAM, selalu mengamati harga yang dibuat oleh PTPN VI, dari harga pembelian tersebutlah pihak PT.RAM yang ada di Sungai Bahar, menaikkan harga Rp100 sampai Rp150 perkilo gramnya.

Masyarakat Sungai Bahar menginginkan agar pihak pemerintah Propinsi Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi segera memperbaiki jalan, supaya jangan adalagi penekanan harga TBS bagi petani Kelapa Sawit yang ada di daerah Sungai Bahar. ( JHP)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment