SMP Yayasan Siliwangi Diduga Gelapkan Dana BSM

yayasan-siliwangi

Bandung-BINPERS.COM,  Yayasan Siliwangi yang berlokasi di Jl. Kolonel Enjo Marta Disastra 3 Kedung Badak Kecamatan Tanah Sereal Bogor yang merupakan bagian cabang yayasan Siliwangi yang berdiri sejak tahun 1950 diduga kuat melakukan penggelapan serta penyelewengan anggaran Bantuan Siswa Miskin (BSM) tahun 2015.

Hal ini terkuak berkat penuturan dari beberapa narasumber yang mengadukannya kepada tim wartawan media BN/binpers.com, Selasa (10/01/17) . Mereka menuturkan bahwa dana tersebut yang awalnya akan dialokasikan kepada para siswa yang bersekolah diyayasan tersebut, tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu ditarik kembali oleh pihak pimpinan yayasan dengan alasan yang tidak jelas.

Tentu saja kebijakan tersebut menimbulkan pertanyaan bagi para orang tua murid serta para muridnya sendiri, kenapa BSM yang sudah menjadi hak mereka tiba-tiba ditarik dan tidak diberikan ?

Menyikapi masalah ini, tim investigasi Lembaga KPK PAN-RI pun turun tangan untuk mencari kebenarannya, karena kalau memang hal ini benar terjadi, maka sudah merupakan perbuatan yang mengarah TIPIKOR.

Namun saat berkunjung ke Sekolah Yayasan Siliwangi tersebut tim Lembaga KPK PAN-RI yang bermaksud untuk klarifikasi disambut dengan kurang kooperatif oleh sang Kepala Sekolahnya, Ibu Ros. Ketika ditanya terkait permasalahan alokasi dana BSM, jawaban Kepala Sekolah berbelit-belit bahkan ironisnya lagi Ros terkesan melemparkan tanggungjawab tersebut kepada para bawahannya yang notabene hanya melongo terkesan kurang mengetahui pokok permasalahannya.

Begitupun ketika Ketua Yayasannya, Slamet ketika dihubungi via seluler mengatakan terkait permasalahan tersebut dirinya tidak dapat memberikan pernyataan dengan alasan karena belum lama menjabat sebagai ketua Yayasan.

Hal ini semakin menimbulkan kecurigaan bahwa memang ada hal yang disembunyikan  dalam alokasi dana BSM, karena andai dana BSM tersebut dialokasikan secara benar dan prosedural tentunya tidak akan sulit untuk menjelaskannya.

Ketua Tim Divisi pengawasan dan Penindakan Lembaga KPK PAN-RI, Arie Chandra, SH ketika dimintai pendapatnya dalam masalah alokasi dana BSM yang tidak transparan serta tidak diketahui keberadaannya di Yayasan Siliwangi tersebut mengatakan akan terus menugaskan timnya untuk menyelidiki hingga tuntas, karena dana BSM adalah asset negara yang diamanahkan untuk dunia pendidikan di Indonesia agar dunia pendidikan dinegara kita ini meningkat kualitasnya.

“ Apabila memang terbukti adanya penyelewengan, kami akan mengawalnya ke ranah hukum, karena ini adalah tindakan pidana TIPIKOR,” tegasnya. (WRC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *