BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Lembaga KPK PAN-RI Tetapkan Agenda Kerja Tahun 2017 “ Sapu Bersih TIPIKOR”

Beberapa Petinggi Lembaga KPK PAN-RI dan sejumlah wartawan yang meliput acara yang berlangsung di Pasteur Kota Bandung
Beberapa Petinggi Lembaga KPK PAN-RI dan sejumlah wartawan yang meliput acara yang berlangsung di Pasteur Kota Bandung

Bandung-BN, Kinerja Lembaga KPK PAN-RI sebagai pendamping Pemerintah dalam membantu program Sapu Bersih tindak Korupsi, semakin solid dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Beberapa kasus tindak pidana beraroma korupsi serta penyelewengan uang negara berhasil dituntun ke ranah hukum untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat dan daerah.

Hal ini tertera saat tim wartawan media BN/binpers.com meliput kegiatan pertemuan para petinggi serta anggota Lembaga KPK PAN-RI yang diadakan di Kota Bandung, Kamis (5/01/2017) kemarin. Kegiatan yang dihadiri oleh semua perwakilan dari Provinsi Jawa Barat dan Jakarta tersebut membahas tentang evaluasi kerja tahun 2016 serta mengagendakan rencana kerja di tahun 2017 ini.

Dalam pernyataannya, Ketua Umum Lembaga KPK PAN-RI, Mustami menegaskan bahwa Lembaga ini dibentuk bukan untuk menjadi saingan ataupun tandingan bagi Lembaga-lembaga antikorupsi lainnya yang berada di Indonesia, tapi merupakan sebuah sinergi yang diharapkan menjadi kekuatan baru untuk ikut memberantas TIPIKOR yang semakin merajalela di NKRI ini.

“ Kami siap untuk menjalin kerja sama dengan siapapun sepanjang misi serta visi kita tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku di negara tercinta ini, demi terwujudnya kewibawaan pemerintah dan kemakmuran rakyatnya,” Ucap Mustami.

Sementara itu, Ketua Divisi Pengawasan dan Penindakan, Arie Chandra, SH dalam uraiannya menegaskan hal yang terpenting dan mendasar dalam memberantas korupsi adalah pencegahannya, karena suatu kejahatan tidak akan muncul apabila kita dapat menyadarkannya serta tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk memiliki ruang untuk menyimpan suatu niat jahat dalam dirinya. Niatnya kita cegah dan kesempatannya kita tutup dengan sosialisasi bersama.

” Meningkatnya kasus korupsi disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya rendahnya moralitas, tidak memiliki budaya malu, tidak taat pada hukum, tidak amanah, tidak jujur, dan lain sebagainya. Oleh karena itu diperlukan adanya langkah-langkah positif yang agresif diantaranya adalah penyadaran dan pembinaan moralitas bangsa, sehingga penyelenggaraan Negara dapat berjalan dengan baik, yakni bersih dari tindakan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN),” Tegas Arie Chandra, SH.

Acara yang berlangsung hampir 6 jam lebih tersebut ditutup dengan persiapan agenda rencana kerja untuk tahun 2017 yang sayang tidak terbuka untuk para wartawan karena merupakan Internal link yang hanya dapat diikuti oleh para petinggi Lembaga KPK PAN-RI. (Asep Sugianti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *