Pengadaan Mobile Submersible BWSS VI Prov Jambi Diduga Fiktif

Kantor BWSS VI Provinsi Jambi & Fhoto Ilustrasi Mobile Submersible
Kantor BWSS VI Provinsi Jambi & Fhoto Ilustrasi Mobile Submersible

Jambi-BN, Informasi yang diterima media binpers.com dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat di jambi beredar isu perihal Dugaan Korupsi Pengadaan Mobile Submersible atau Pompa benam(submersible pump) di Kementerian PUPR RI,Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Provinsi jambi dengan nilai yang cukup pantastis.

Pada tahun 2009 dan 2010 silam BWSS VI Provinsi Jambi mengadakan kegiatan pengadaan tiga unit Mobile Pump senilai Rp.5.450.000.000 yang didanai dari APBN tahun 2009-2010 dengan rincian 2 unit Mobile Pump berikut assesorisnya senilai Rp.3.700.000.000 yang diadakan tahun 2009,dan 1 unit pengadaan Mobile Pump senilai Rp.1.750.000.000.

Pemerintah pusat patut diacungi jempol terkait perhatiannya pada daerah daerah yang selalu rawan banjir terlebih-lebih  wilayah provinsi jambi yang beberapa kabupatennya selalu teremdam oleh banjir dikala musim penghujan tiba dan kekeringan melanda diwaktu musim kemarau, Jelas wilayah provinsi ini sangat membutuhkan alat untuk mengatasi banjir maupun kekeringan.

Solusi Pemeritah sangat tepat dengan mengalokasikan Anggaran guna membeli alat Submersible Pump(pompa benam) yang disebut juga dengan Electric Submersible(ESP) sejenis pompa yang diopersikan didalam air.

Kemudian pada tahun 2015 Balai Wilayah Sungai Sumatera VI, Diduga melakukan pembelian 2 unit Mobile Submersible berikut kendaraan penariknya senilai Rp.3.334.000.000 yang didanai dari APBN TA.2015,dengan kontraktor pelaksana dalam kegiatan pengadaan ini dilakukan oleh CV.PILI AND TRIS SUNAS.

Yang menjadi pertanyaan publik terkait kegiatan pengadaan di BWSS VI provinsi jambi tersebut adalah seperti apa model alat Mobile Submersible Pump tersebut,dan dimana keberadaan 5 unit Mobile Submersible yang menelan yang ditenggarai menelan anggaran APBN sebesar Rp.8.650.000.000,yang hingga berita ini diturunkan tidak ditemukan keberadaan alat tersebut, patut Diduga kegiatan ini adalah Fiktif.

Andi Sudirman,kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VI,ketika dikonfirmasi secara tertulis oleh media BN sesuai Undang-undang No 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik pada 22 September silam perihal keberadaan alat  tersebut,menurut keterangan para staf dikantor BWSS VI provinsi Jambi tersebut oleh kepala Balai telah didisposisi kepada Adi Cahyadi untuk mengklarifikasi konfirmasi tersebut,namun yang bersangkutan selalu mangkir dengan alasan berada dilapangan.

Sebulan kemudian media ini kembali menyambangi kantor BWSS VI guna memperoleh informasi perihal kegiatan Pengadaan oleh Satuan Kerja SNVT dilingkup BWSS VI provinsi Jambi,anehnya yang datang oknum yang mengaku LBH bernama Apryanto,SH dengan dalih bahwa mulai dari bulan Oktober 2016 silam seluruh surat yang masuk terkait konfirmasi akan dipelajarinya terlebih dahulu.

”mulai sekarang seluruh surat masuk akan dipelajari terlebih dahulu,nanti aakan kita jawab,bapak tinggalkan aja alamat email dan nomor handponenya”ujar Apryanto

Mencermati hal ini banyak publik menilai bahwasannya Diduga kuat telah terjadi Korupsi terkait pengadaan Mobile Submersble,dan patut dicurigai dari segi usulan dana dan peruntukannya telah terjadi Mark-Up yang sangat besar,sebagai perbandingannya terhadap Mobill pemadam kebakaran yang sangat canggih hanya berkisar Rp.1,4 milyar(built-up)impor.

Publik berharap dengan momentum bersih-bersih ala Presiden Jokowidodo terkait  Korupsi, BPKP,aparat penegak hukum,terutama Komisi Pemberantasan Korupsi agar segera mungkin dapat melakukan menyelidikan kasus  Dugaan Korupsi Pengadaan Mobile Submersible Pump di Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Provinsi Jambi.(Ranto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *