Di Duga Lurah Kelurahan Baru Melakukan Pungli Serta Pemotongan Gaji Tenaga Honorer

pungliTolitoli-BN, Dugaan Pungli dan Pemotongan Gaji Honorer  yang dilakukan oleh oknum Lurah Baru Kec.Baolan Kab.Tolitoli terungkap setelah Wartawan Media BIN Tolitoli menemui kepala Trantip ( RUSDI ) di kelurahan Lurah Baru. Selasa (04/11/2016).
RUSDI mengatakan bahwa pungli dan pemotongan gaji Honor serta gaji RT dan RW sudah sering dilakukan. Bahkan gaji honorer yang masuk dalam rencana kerja anggaran ( RKA) juga ikut di ambil dan sampai saat ini nasib pegawai Honerer di kantor Kel Baru tidak jelas. Dikarenakan mereka belum memiliki legalitas dalam bentuk SK Honor  yang dikeluarkan oleh Lurah.
Dirinya juga  menambahkan bahwa kasus ini sudah sering dia sampaikan kepada beberapa awak Media di Tolitoli namun sayang belum ada yang berani mengangkat kasus ini, saya tidak tau apakah mungkin terkait data yang belum lengkap atau mungkin ada unsur lain karena kasus ini  terkesan di abaikan. Padahal sangat jelas bahwa tindakan yang dilakukan oleh lurah kel baru telah menyalahi aturan.
Pungli yang dilakukan  berupa permintaan sejumlah Dana kepada warga Kel Baru yang namanya masuk dalam program prona ( pengurusan sertifikat gratis ) oleh Badan Pertanahan Kab. Tolitoli. Dan Tidak tangung tangung lurah baru melakukan pungutan dengan Model bervariasi mulai dari 250 ribu rupiah setiap rumah tangga sampai dengan 500 ribu rupiah tergantung luas lahan yang akan di buatkan sertifikat. Tidak sampai disitu Lurah Baru juga melakukan pemotongan gaji tenaga Honorer dan gaji aparat kelurahan dalam hal ini RT dan RW.
Di tempat yang berbeda ditemui pula salah satu ketua RT Kel Baru yang enggan di sebut namanya mengatakan bahwa pemotongan yang dilakukan oleh lurah baru bukan kali ini saja senada dengan apa yang di sampikan oleh kepala trantif. Selama ini kami takut melaporkan dikarenakan Pemotongan tersebut  dilakukan sebagai sangsi kerena tidak menghadiri rapat, atau kegiatan kegiatan lain. Dan anehnya sampai saat ini kami belum pernah melihat SK (Surat Keputusan) pengangkatan kami sebagai aparat. Sehingga kami tidak bisa berbuat banyak, karena status kami pun sebagai aparat belum jelas. Kami berharap agar kasus ini segera di tangani oleh pihak yang berwajib karena menurut saya ini adalah penyalahgunaan anggaran.
Pihak media BIN sampai saat ini kesulitan untuk melakukan konfirmasi kepada lurah baru karena menurut pegawai kantor dia sedang berada di luar kota Tolitoli. (Anas Rano)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *