Kapolda Tantang Warga Laporkan indikasi Kejahatan

Kapolda Sulbar, Brigjen Pol. Drs.Lukman Wahyu Heriyanto, M.Si didampingi Karo Humas, AKBP Mashura
Kapolda Sulbar, Brigjen Pol. Drs.Lukman Wahyu Heriyanto, M.Si didampingi Karo Humas, AKBP Mashura

POLMAN-SULBAR (BN), Sebagai Kapolda selain pengawal Pancasila bersama TNI dan Aparat penegak hukum  lainnya sekaligus konsultan dan suvervisor Polres dalam jajarannya menghimbau kepada masyarakat agar tidak segan segan melaporkan indikasi penyimpangan yang bermuara pada tindak kejahatan yang bisa merugikan masyarakat itu sendiri maupun negara.

Tetapi ingat, harus fakta dan jangan fitnah karena pihaknya menangani fakta dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, bahkan Kapolda Lukman Wahyu Heriyanto juga minta kepada masyarakat mengkritik jika dalam melaksanakan tugas sebagai Pengayom dan pelindung masyarakat sekaligus penegakan supermasi hukum menyimpan dari ketentuan perundang- Undangan yang berlaku.

Pernyataaan ini disampaikan Kapolda Sulbar, Brigjen Pol, Lukman Wahyu Heriyanto didepan tokoh masyarakat dan agama termasuk insan Pers dan LSM dalam rangkaian kunkernya di Polres Polman pekan lalu.

Menurut Lukman WH, dengan menghimpun dari berbagai infomasi tentang adanya sinyalemen banyaknya pelaku kejahatanyang belum tersentuh secara optimal seperti dicontohkan, pelaku narkoba yang menjadi musuh kita semua termasuk tindak kejahatan lainnya diantaranya koruptor yang merugikan keuangan negara dan kesemuanya itu tidak bisa dibiarkan.

 Itulah sebabnya, Kapolda Sulbar dalam mengawali tugasnya yang baru 3 bulan lebih, membuat terobosan baru, yakni memberi nomor telepon khusus 110 yang bisa dihubungi masyarakat umum hingga kepelosok jika menemukan indikasi yang bermuara pada tindakan kejahatan dan segera melaporkan kepada pihak Polri. Nomor telepon khusus ini sengaja dimodifikasi agar warga yang melaporkan yang berhubungan Polri hanya satu pintu.

Artinya, kata Lukman, kalau semua nomor polisi dihubungi bisa saja menyulitkan bagi aparat Polri, misalnya Polsek Tinambung atau Polsek lain juga dihubungi sehinnga sehingga aparat bisa  bertabrakan di lapangan padahal sesungguhnya hanya satu obyek dengan adanya nomor telepon satu pintu, dapat memudahkan petugas untuk melakukan tindakan pengamanan terhadap masyarakat membutuhkan, kata Lukman Wahyu Heriyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *