DPRD Sesalkan Ratusan Miliar APBD Mimika Belum Terserap Dengan Maksimal

Ketua DPRD Mimika, Elminus B Mom
Ketua DPRD Mimika, Elminus B Mom

Timika-BN, Ketua DPRD Mimika, Elminus B Mom menyesalkan program-program pembangunan anggaran tahun 2016 belum berjalan maksimal.  Ratusan miliar dana pembangunan dalam APBD induk 2016 belum terserap. Disisi lain, Eksekutif telah menyiapkan Rancangan APBD Perubahan agar bisa segera di bahas  DPRD.

”Anggaran induk (APBD 2016) kita belum terserap semua. Baru kalau kita mau bahas lagi APBD Perubahan ini kan sangat lucu alias Aneh Bin Ajaib,” kritik sang ketua DPRD Kab.Mimika tersebu tsaat di temui oleh para Awak Media di kantor DPRD Mimika di Jln.Yos Sudarso Sp 2 pada kamis 18(/8/2016) yang lalu.

Melihat APBD 2016 yang belum terserap 50 persen, Elminus mendesak pimpinan eksekutif segera mendorong semua SKPD agar menjalankan program kerjanya masing-masing.

“Sekarang pemerintah harus kerjakan program-programnya, barulah kita bisa bicara anggaran perubahan. Kalau anggaran induk saja tidak bisa di serap, kemudian kita masuk lagi keanggaran perubahan, maka pekerjaan itu akan tumpang tindih, “ jela selminus.

Untuk itu pemkab Mimika harus berupaya keras agar semua program yang di biaya APBD  2016, sebagian besar sudah harus terserap.

“sekarang anggaran yang sedang berjalan untuk kegiatan-kegiatan pembangunan adalah dana DAK dari pusat. Sementara APBD Mimika belum berjalan, sehingga pembangunan sama sekali belum terlihat dan di rasahkan oleh masyarakat,”ungkapnya.

Eltinus berharap, pasca kegiatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini, semua kegiatan fisik yang di tangani SKPD-SKPD sudah harus di kerjakan. Proyek penunjukan sudah harus jalan, pelelangan sudah harus jalan, sehingga sambil program itu berjalan, dewan memasukan anggaran perbuahan sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau anggaran terserap semua, bagaimana kita mau dorong anggaran perubahan. Tidak bisa, karena kami sangat memahami undang-undang, tahu aturan dan mekanisme yang berlaku di negara ini. Untuk apa kita ikut Bimtek dan Workshop untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja Pemerintah,” tegas Elminus.

Anggota DPRD Mimika Aser Gobay mengatakan,dewan sangat siap melakukan pembahasan APBD-P  dan APBD 2017. Namun eksekutip juga harus mengevaluasi dan menilai semua program kerja yang sudah di tetapkan dalam APBD 2016.

Sayangnya, masih banyak program yang belum di kerjakan hingga saat ini. Meski demikian, kami dari bangkar (badan anggaran) tetap akan membahas  APBD – Perubahan 2016 untuk menopang semua pembangunan di daerah ini sesuai apa yang di inginkan masyarakat,’’ kata Aser.

Sebelumnya, Bupati Eltinus Omaleng bersama SKPD lingkup Pemkab Mimika melakukan rapat koordinasi (rekor) di Rumah Negara, SP3, Senin 15/8 lalu. Rapat yang di gelar tertutup itu membahas serapan  APBD 2016  yang masih sangat rendah.

Kepala badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mimika Petrus Yumte mengakui, hingak ini serapan anggaran pembangunan masih sangat rendah.

‘’Serapan APBD saat ini masih 24 persen. Kemudian Dana Alokasi Khusus serapannya masih 15 persen dan Otsus enam persen,’’ungkap Petrus, saat di temui wartawan usai pertemuan itu.

Menurut Petrus, peyebab minimnya serapan APBD, Otsus dan DAK, lebih di ketahui  SKPD masing-masing.’’Saya hanya juru bayar, tinggal masuk, verifikasi dan bayar. Keterlambatan itu dari  SKPD  masing-masing. jadi,kendala teknis itu masing-masing  SKPD  yang lebih tahu,’’ungkapnya.

Kesempatan yang sama, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Mimika Slamet Sutedjo SSTP  mengungkapkan pertemuan tersebut  di latari Pemberitaan media akhir-akhir ini terkait rendahnya serapan anggaran hingga pertengahan bulan kedua triwulan ke III tahun anggaran berjalan.

“Ini sudah menjadi sorotan beberapa media yang ada di Kab.Mimika terkait serapan anggaran, termasuk DAK  dan dana Otsus. Pertemuan di maksud agar setiap SKPD melaporkan serapan sampai hari ini berapa persen dan kendalanya,”kataSlamet.

Berdasarkan hasil pertemuan itu, sebut Slamet, masalah yang di kemukakan masing-masing SKPD umumnya terkait kendala administrasi dan cuaca.

“ada yang proyeknya  di pedalaman dan tidak bisa di lakukan. Selain itu ada yang pindah lokasi dan itu perluh persetujuan revisi,” ungkapnya.     (Smm).

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment