Investasi Bodong Libatkan Sekwan ?

Sekwan
Sekwan

Mempawah-BN, Maraknya “Investasi Bodong” di negeri ini nampaknya tidak membuat masyarakat waspada sehingga terjerat dalam lingkaran modus penipuan karena tergiur oleh iming-iming keuntungan yang akan diperolehnya.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di Kab. Mempawah Kalimantan Barat, tidak tanggung-tanggung para pejabat yang ada di Mempawah berbondong-bondong mengikuti atau menanamkan uangnya pada program investasi yang di kelola oleh Sdr. Mahmud yang diduga kini telah menjadi incaran Polres Mempawah.

Seperti investasi-investasi bodong lainya, dalam investasi kali ini pula Mahmud menjanjikan keuntungan bunga simpanan yang berlipat ganda, Dari hasil penelusuran media ini, bahwa maju pesatnya investasi di Kab. Mempawah dikarenakan pintarnya Bos Investasi menggandeng para pejabat daerah salah satunya adalah Sekwan DPRD Kab.Mempawah yang seolah-olah menjadi magnet tersendiri bagi para pemimpi (malas kerja tapi hidup maunya enak) yang ada di Kab.Mempawah.

Mereka dengan mudahnya tergiur memberikan uangnya masuk kedalam program investasi ini, tak terkecuali pejabat Sekwan sendiri yang dari beberapa keterangan yang dihimpun telah meng investasikan uangnya kurang lebih 1 Milyar Rupiah.

Dari keterangan sdr Agus, bahwa Sekwan tersebut sangat dekat dengan Mahfud, yang merupakan Bos Investasi tersebut. Hal ini terbukti dengan dibelinya salah satu rumah

Sekwan tersebut oleh Mahfud senilai Rp550 jt yang telah di Panjar Rp300 jt.Rumah ini juga telah dijadikan salah satu pos atau tempat mengelola kegiatan Investasi bodong tersebut.

Ketika kasus investasinya mencuat dan Mahfud menjadi DPO Polres Mempawah, Anuar langsung berdalih bahwa uang panjar senilai 300 jt rupiah ini akan hangus jika sdr. Mahfud tidak segera melunasinya. Kini para korban menjadi resah karena nasib uang mereka entah berada dimana, diperkirakan total kerugian masyarakat Kab.Mempawah mencapai milyaran rupiah.

Sangat mengharukan sekali, dimana para pejabat yang seharusnya jadi tauladan yang baik bagi rakyatnya malah sebaliknya menjerumuskan diri mereka sendiri untuk menjadi santapan bagi para penipu. (Hamzah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *