Supir Tengki Demo, Depot Pontianak Kerahkan TNI Dan POLRI Supir Cadangan

Untitled-1Pontianak (Kal–Bar)- BN, Puluhan supir mobil Tangki pertamina PT.Elnuasa Petrofin lakukan aksi demo lantaran peraturan yang dibuat pihak depot dan kebijakan yang dinilai terlalu mengada – ada serta tidak masuk akal, Senin (18/7/2016).

Salah satunya adalah adanya pelarangan untuk berhenti sebelum sampai ditempat tujuan pada saat mendistribusikan BBM, dan bila ketahuan melanggar maka akan diberikan sangsi tegas (SP) serta langsung diberhentikan.

Selain itu, aksi demo yang dilakukan puluhan supir tersebut dipicu dikarenakan selama bekerja hak-hak nya sebagai supir tangki pertamina, seperti gaji pokok 1 bulan yang diterima Rp 1.900.000 + tunjangan Rp 700.000 total setiap bulan yang diterima sebesar Rp 2.600.000 serta asuransi juga tidak pernah diperhatikan.

Dalam aksi demonya, puluhan supir mobil PT. Elnuasa Petrofin mendatangi kantor DPRD Kota Pontianak yang disambut langsung oleh Ketua DPRD Kota Pontianak, Safarudin.

Dalam tuntutanya, terdapat 3 poin yang diajukan, yaitu :  1) Meminta agar siapa saja yang memimpin Depot Pertamina Pontianak selalu bertindak bijak, 2) Meminta peninjauan kembali peraturan yang telah dibuat, karena bertentangan antara Pertamina dengan perusahaan tempat mereka bekerja, 3)  Peninjauan kembali hak-hak para sopir yang belum diterima dan harus sesuai ketentuan UUD ketenaga kerjaan RI.

Salah satu perwakilan dari para pendemo juga menjelaskan bahwa pekerjaan mereka pada saat ini sudah diambil oleh orang suruhan Pertamina untuk mengoperasionalkan kendaraan yang biasanya menjadi tugas mereka.

Masalah lain yang terkait dalam hal ini adalah terhembus selentingan bahwa 50 persen dari para sopir tersebut akan di PHK. “Dua minggu lalu sebelum lebaran ada selentingan dari P3 wakil kepala Depot Prima Pirdyanto Adi Kusumo dan staff pertamina Hairul Nisa, Muhammad Iklas, Gunawan dan Ripani, katanya apabila kami akan mengadakan mogok kerja mereka sudah mempersiapkan aparat TNI dan Polri untuk menggantikan kami.” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Safarudin berjanji akan memanggil pihak Pertamina dan mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Saya berharap dan akan memanggil pihak pertamina untuk meminta kejelasan, serta pihak Perusahaan dan perwakilan supir untuk secepatnya mencari solusi yang terbaik,berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, agar permasalahan ini segera terselesaikan serta tidak berdampak efeknya kemana-mana. Terkait tuntutan tersebut kami hanya bisa melakukan koordinasi, tentu ini akan kami tindak lanjuti,” ujar Ketua DPRD Kota Pontianak, Safarudin.

Safarudin juga memerintahkan Komisi terkait untuk mengkoordinir. “Semua komisi terkait dan sekwan karena ini bersifat urgent tolong surati langsung dan melakukan rapat koordinasi terkait tuntutan ini. Saya minta data nama-nama yang hadir pada saat ini. Saya berharap jangan sampai mogok kerja. Silakan bekerja dan tunjukkan budaya orang Kalbar sopan santunnya baik dalam bekerja,” pintanya.

Tentang adanya puluhan TNI dan Polri yang menjadi supir tangki pengangkut BBM itu hanya bersipat sementara, langkah ini diambil untuk mengantisipasi aksi mogok supir PT.Elnusa Petrofin. (jani)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment