Limbah MFO Cemari Sunga Desa Jungkat, PLTD 30 MW Tutup Mata

Limba minyak MFO yang mengalir disungai yang dipergunakan masyarakat sehari – hari gbr. kiri) .   Tumpahan limbah minyak MFO yang melekat pada tanaman yang ada disekitarnya (gbr. kanan)
Limbah minyak MFO yang mengalir disungai yang dipergunakan masyarakat sehari – hari (gbr. kiri) . Tumpahan limbah minyak MFO yang melekat pada tanaman yang ada disekitarnya (gbr. kanan)

Pontianak (KalBar)-BN,  Ratusan warga Masyarakat Jungkat melakukan demo dan memperotes  PT. M.E.P PLTD 30 MW  lantaran tumpahan Limbah minyak MFO yang mencemari sungai parit baru Jl. Pelabuhan Desa Jungkat Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah, Jum’at (15/07/2016).

Masyarakat mengatakan bahwa hal ini sudah disampaikan kepada pihak PLTD agar tidak membuang limbahnya ke Sungai Parit Baru yang berjarak 2 meter, sepertinya hal tersebut tidak di perdulikan. Bahkan sudah beberapa kali melakukan pertemuan dikantor Camat, namun tetap tidak menampakkan gejala untuk menanggulanginya.

“ Tumpahan limbah minyak MFO ini bukan yang pertama kali tapi sudah lama dan sering terjadi, namun tidaklah separah sekarang ini. Dengan adanya pencemaran limbah tersebut kami masyarakat sangat merasa terganggu karena air tersebut kami pakai untuk kebutuhan setiap hari mandi dan mencuci serta tidak menutup kemungkinan berdampak menimbulkan penyakit,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, berdasarkan hasil pantauan dilapangan pada saat air pasang tumpahan limbah tersebut sampai merambah sepanjang sungai Jungkat, ketika saat air surut tumpahan Limbah Minyak MFO akan mengalir ke laut Kapuas.

Hal itu terjadi Semenjak beroperasinya Pembangkit Listrik (PLTD) ini sehingga  mulai muncul gangguan, seperti rumah – rumah warga masyarakat banyak yang mengalami kerusakan akibat guncangan getaran suara mesin, dan yang paling parah adalah polusi udara yang mengepul dari cerobong – cerobong yang mengeluarkan asap hitam menebal bahkan pada saat musim hujan, air yang turun berwarna hitam ke atap–atap rumah penduduk, disungai juga banyak terlihat bertaburan arang-arang dari pembakarannya.

Kepala Desa Jungkat Bpk. Yusbandi pada saat ditemui Wartawan Berita Investigasi Nasional (BN) menuturkan, keresahan yang dirasakan masyarakat tentang adanya tumpahan limbah MFO sejak bulan suci Ramadhan, sedangkan aksi protes dan komplen dari masyarakat tentang aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sudah cukup lama, terutama guncangan getaran suara mesin, debu Arang dari cerobong asap.

“ Karena tidak adanya respons dari pihak PLTD, kemarahan warga secara sepontan memuncak dan meminta agar mesin dimatikan. Sebagai Kepala desa, saya akan mengklarifikasi kepihak PT. M.E.P (PLTD) Jungkat tentang dampak limbah dan pencemaran lingkungan yang saat ini sedang terjadi,” Tegasnya.

Sementara itu, Humas PT. M.E.P ( PLTD) 30 MW Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Jungkat, Muhlis saat dikonfirmasi terkait masalah diatas membenarkan adanya limbah yang mengalir ke Sungai dan Parit Baru Jl. Pelabuhan Jungkat lantaran disebabkan adanya curahan hujan sehingga bak penampungan limbah Minyak MFO meluap dan keluar melalui saluran air yang mengalir ke sungai dan Parit yang berbatasan dan berdekatan dengan pemukiman masyarakat serta tidak ada unsur kesengajaan.

Namun saat Wartawan akan mengambil gambar sebagai dokumentasi, Muhlis tidak mengijinkan. “ harus minta ijin dahulu kepada Pimpinan saya dipusat,” ujarnya.

Disinggung tentang Surat Klarifikasi dan Konfirmasi yang dilayangkan tanggal 26 Juni 2016 kepada Pimpinan atau Manager PT. M.E.P Pembangkit Listrik Tenaga Disel PLTD Jungkat yang hingga kini belum ada jawabannya tentang laporan yang disampaikan masyarakat kepada Media Berita Investigasi Nasional, Muhlis mengatakan dalam hal tersebut itu bukan kewenangannya. “nanti saya akan sampaikan ke Manager lapangan Pk. Boby,”kilahnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Kapolres Mempawah AKBP. Dedi Agustono saat dikonfirmasi via telepon seluler, mengatakan berkasnya sudah ditangani dan sedang diproses. Begitupun hal yang sama diutarakan oleh Kasat Reskrim AKP. Supayetno, membenarkan pihak Kepolisian Sektor Siantan telah menerima pengaduan dari masyarakat Desa Jungkat, adanya pencemaran lingkungan dari Limbah Minyak MFO dari PLTD Jungkat.

“Kasus ini sudah ditangani dan sedang dalam penyelidikan, sampel limbah juga sudah diambil untuk dilakukan uji Lab, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi dan Kabupaten untuk memeriksa kelengkapan surat – surat dokumen amdal dan Perijinannya,” katanya.

Dalam hal ini, Masyarakat sangat berharap kepada aparat terkait untuk segera menindaklanjutinya sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang ada demi ketenangan dan keamanan agar tidak ada lagi keresahan bagi mereka. (Jani/Yak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *