Bupati Pati Haryanto Serahkan Bantuan Kepada Siswa Berprestasi

Untitled-1
Bupati Pati Haryanto saat menyerahkan bantuan kepada para siswa berprestasi

Pati–BN, Bupati Pati Haryanto serahkan bantuan siswa berprestasi. Secara Simbolis di Pendopo Kabupaten Pati. Bantuan tersebut untuk memotivasi melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

 Dalam kesempatan itu, orang tua siswa juga diundang untuk mendapatkan penjelasan akan mekanisme penyaluran bantuan dan tujuan pemberian bantuan. Haryanto berpesan, agar orang tua tidak menyalahgunakan pemberian bantuan untuk hal-hal yang tidak terkait secara langsung dengan pendidikan putra-putrinya.

Jangan sampai bantuan malah digunakan untuk beli hp baru atau beli pulsa. Karena ini bentuk perhatian pemerintah untuk turut menyupport pendidikan putra-putri jenengan agar tidak putus di jalan, dan semakin gist belajar agar terus berprestasi,” pesan Haryanto di hadapan ratusan wali murid.

Haryanto menyebutkan bahwa secara keseluruhan Pati mengalami peningkatan, namun indikator khusus di bidang pendidikan terhitung rendah. Banyak sekolah di Pati yang bermutu dan sudah mencetak prestasi, namun masih banyak pula warganya yang tidak meneruskan sekolah. Karena itu, ia menilai perlu mengundang wali murid agar terbangun kesepahaman antara guru, orang tua, murid dan pemerintah tentang perlunya menutaskan wajib belajar 9 tahun.

“Kalau bisa anak didorong untuk sekolah setinggi-tingginya, jangan malah putus sekolah,” tegasnya. Sebelumnya, selama 3 tahun berturut-turut hanya siswa yang diundang, namun kali ini ia ingin melibatkan peran orang tua murid agar bisa bersinergi dengan program pemerintah, mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Keberhasilan itu bersama-sama, bukan hanya muridnya atau gurunya. Tetapi orang tuanya juga harus terlibat,” katanya.

Untuk itu, ke depan ia berharap bantuan bisa semakin ditingkatkan. Bukan hanya dari segi nominal tapi juga penerima bantuan. “Semoga ke depan bisa semakin ditingkatkan, bukan hanya Rp 1 juta untuk SD/MI dan Rp 1,5 juta untuk SMP/MTS, tetapi bisa meningkat lagi agar orang tua lebih ringan dalam menyekolahkan anaknya. Selain itu, penerima bantuan juga akan says tingkatkan agar tidak hanya 1 siswa untuk satu desa melainkan bisa dua hingga tiga siswa dalam satu desa. Utamanya di chetah Pati Selatan yang angka siswa tidak melanjutkan sekolahnya cukup tinggi,” paparnya.

Sarpan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati membenarkan bahwa angka siswa tidak melanjutkan sekolah memang masih jauh dari harapan. Karena itu, ia berharap para kepala desa dan camat bisa ikut memantau warganya yang tidak sekolah agar bantuan dari Dinas Pendidikan lebih tepat sasaran. Dan program wajar 9 tahun bisa sukses dilaksanakan. (Indro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *