Anggota DPRD Mimika Dan Komite Sekolah Menolak Pembangunan SMP Negeri 11 Di Lahan Milik SMP Negeri 2

image001Timika, BN – Anggota komisi C DPRD Mimika dan Komite Sekolah SMP Negeri 2 Timika, menolak keras rencana Pemerintah Kabupaten Mimika membangun gedung SMP Negeri 11 Timika di lokasi halaman SMP Negeri 2, yang terletak di Jalan Budi Utomo Distrik Mimika Baru Kota Timika Kabupaten Mimika Papua.

Adapun alasan penolakan penggabungan gedung sekolah di satu lokasi mengingat kedua sekolah berbeda meskipun sama – sama negeri. Selain itu, lokasi lahan untuk pembangunan gadung SMPN 11 Timika sebetulnya sudah tersedia di Jalan Perintis, belakang Timika Indah.

Wakil rakyat Mimika yang di pimpin Ketua Komisi C DPRD, M Nurman S Korupukaro, bersama anggotanya antara lain; Jhohanis Wantik, Muh Asri Anjang, Yohanis Kibak, Elias Mirib, dan Thadeus Kwalik, telah melakukan monitoring di SMP Negeri 2 Timika, Kamis ( 23/6).
Dalam kesempatan tersebut Kepala Sekolah SMP Negeri 2, Tania Sihombing, SPd MPd menyampaikan bahwa pihaknya telah menyampaikan penolakan pembangunan sekolah lain di areal SMP Negeri 2. Akan tetapi, pihak pemerintah tetap berkeinginan melakukan penggabuan dengan alasan lahan masih memadai.

“Katanya jumlah murid saya sudah melebihi,jadi bisa. Kemudian lahan juga masih memungkinkan.saya tidak bisa bicara karena itu merupakan kewenangan pemerintah,’’ ujar Tania.
Menanggapi hal itu, Nurman Karupukaro, menegaskan gedung sekolah SMPN 11 tidak bisa dibangun di area SMPN 2. Hal itu juga sesuai pernyataan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, pada pembukaan ujian Nasional beberapa waktu lalu bahwa gedung sekolah SMPN 11 akan dibangun di jalan perintis

‘’Kepala Dinas (Pendidikan Dasar dan Kebudayaan) harus mentaati fungsi dari pada tanah dan lahan yang sudah disediakan oleh Pemerintah. Bagaimana mungkin orang punya tanah lalu datang orang lain membangun di situ, mengganggu sekolah yang sudah sedang maju,’’ kata Nurman.

Sedangkan alamat pembangunan SMPN 11 Timika, kata dia, berada di jalan perintis, tepat di belakang perumahan timika indah yang dibeli dengan anggaran pemerintah. Ironisnya, Dinas terkait bukannya membangun disitu malah memilih halaman SMPN 2 Timika.

‘’Kami melarang keras ada wacana untuk melakukan pembangunan itu di dalam satu lingkungan sekolah. tidak perlu ada dua sekolah yang berbedah,’’ ujarnya.

Ketua Komite SMPN 2 Timika, Hasan Adadikam, mengatakan informasi pembanggunan Gedung SMPN 11 sudah sangat jelas, sebab Dispendasbud sudah menyuruh konsultan proyek untuk mengukur lahan SMPN 2 Timika yang akan digunakan untuk membangun gedung SMPN 11 Timika.
“Kami sebagai perwakilan orang tua murid memintah kepada pemerintah daerah supaya pembangunan gedung SMPN 11 Timika diatas lahan milik SMPN 2Timika,’’ ujar Hasan.

Lahan milik SMPN 11 Timika, katanya sudah disiapkan oleh pemerintah. Namun menurutnya dinas terkait masih saja ngotot mambangun gedung sekolah tersebut diatas lahan milik SMPN 2 Timika tanpa memikirkan dampak negatif yang akan ditimbulkan di kemudian hari.

“Kami kahwatir kalau sampai dua sekolah ini berada diatas satu halaman, maka pra siswa akan terlibat tawuran. kalau sudah seperti itu maka keamanan dan ketertiban di lingkungan itu sudah tidak akan nyaman. Proses belajar mengajarpun akan terganggu,’’ jelas Hasan.

Dengan adanya monitoring tersebut, Hasan meminta kepada Anggota Komisi C DPRD Kab. Mimika agar segera memanggil Dispendasbud Mimika, Kontraktor dan Konsultan proyek pembangunan gedung SMPN 11 Timika, agar proyek pembangunan sekolah itu dikembalikan ke lahan SMPN 11 Timika yang sudah tersedia.

“Jangankan kami sebagai Komite Sekolah yang tidak mau, semua orang tua murid di sekolah ini juga sudah sepakat menolak adanya pembangunan gedung SMPN 11 Timika di atas lahan milik SMPN 2 Timika,’’ tegas Hasan. (sml)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment