BINPERS.COM

Berita Investigasi Nasional

Sengketa Tanah Jl. M. Sohor Kota Pontianak Di PTUN Kan

Untitled-1Pontianak-BN, Penantian panjang keluarga Ahli waris Matsah bin Kasim dalam sengketa tanah di jalan M. Sohor kota Pontianak kini memasuki babak akhir, berawal dari tahun 2009 pihak ahli waris melayangkan nota protes ke Badan Pertanahan Nasional Kota Pontianak, melaporkan ke Polres Kota Pontianak atas penyerobotan tanah oleh Isnamurti, mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama Pontianak sampai gugatan ke Mahkamah Agung hingga turunnya surat dari Sekretariat Negara mengenai pembatalan hibah atas tanah dan bangunan kepada pihak Isnamurti.

Permasalahan sengketa ini bermula atas hibah tanah dan bangunan sdri. Isnamurti yang merupakan anak angkat dari keluarga ahli waris Matsah bin Kasim, pihak ahli waris merasa sangat dirugikan atas hal tersebut, ini dikarenakan bahwa seharusnya tanah dan bangunan yang dihibahkan kepada  Isnamurti merupakan hak dari ahli waris, selain itu diduga proses hibah tersebut sarat dengan manipulasi data yang dilakukan oleh Isnamurti, seperti pemalsuan surat keterangan kelahiran, surat keterangan ahli waris.

Kini proses sengketa sudah di PTUN kan oleh ahli waris Matsah bin Kasim, dalam perjalanan sidang gugatan di PTUN Pontianak, pihak tergugat Isnamurti sudah 4 kali tidak memenuhi panggilan dengan berbagai alasan.

Pihak penggugat yang diwakili oleh Bpk. Saidi merasa bahwa Isnamurti sudah melakukan tindakan yang tidak patut yaitu dengan meng indahkan panggilan dari pihak pengadilan, oleh karenanya meminta agar hakim yang menangani perkara ini dapat bertindak tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku, dengan tidak datangnya pihak tergugat sdri.Isnamurti berarti memang ia tidak ada itikad baik dalam proses penyelesaian permasalahan ini dan atas dasar ini PTUN Pontianak agar segera memutuskan perkara ini dengan se adil-adilnya.

Mencermati permasalahan ini, Bpk. Ibrahim Ahmad salah satu tokoh masyarakat kota Pontianak yang juga mengikuti perjalanan kasus ini berpendapat, bahwa memang sudah selayaknya pihak ahli waris mendapatkan kembali hak atas tanah dan bangunan yang selama ini dihibahkan kepada Isnamurti, ini dikarenakan bahwa Isnamurti diduga dengan segala upayanya ingin terus menguasai hibah tersebut, tindakan menggadaikan sertifikat kepada pihak lain adalah salah satu contoh bahwa Isnamurti dengan sengaja memperkeruh permasalahan ini.

“Kaitanya dengan di PTUN kan permasalahan ini, saya selaku tokoh masyarakat meminta agar perkara ini segera diputuskan secara adil karena sudah jelas dari awal bahwa Isnamurti sudah banyak melakukan pelanggaran serta manipulasi dan juga bahwa Isnamurti harus mengembalikan hak dari ahli waris,” tegas Ibrahim.(Tim Kalbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *