Kepala DKP Kota Cirebon Dan Lurah Argasunya Diperiksa Kejaksaan Cirebon

Terkait dugaan korupsi proyek Ruang Terbuka Hijau

Kepala DKP  Kota Cirebon
Kepala DKP Kota Cirebon

Cirebon-BN, Tidak pernah jadi bahan pemberitaan serius selama ini, kini tiba-tiba muncul mengejutkan publik. Kepala DKP Kota Cirebon, TB dipanggil kejaksaan Cirebon terkait dugaan korupsi proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Kasus ini mencuat karena adanya laporan dari Susanto, salah satu rekanan DKP yang mencium gelagat mencurigakan dari TB dan beberapa anak buahnya dalam mengelola proyek tersebut. Kekesalannya memuncak saat dia merasa dipermainkan dalam masalah pembayaran hasil kerjanya.

“ Secara jujur saya rekanan DKP,  tapi mereka begitu mempermainkan saya. Saya tidak diam diri dan ini ada rugikan Negara, maka ini tidak bisa dibiarkan walau kasusnya ditahun 2015 lalu saat di Daerah Argasunya Kelurahannya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon tempat pengolahan sampah sebagian di buat RTH, di tahun 2015 pelaksanaan proyek berjalan, namun setengah berjalan proyek itu tak karuan,” Ungkapnya.

Susanto menambahkan, proyek Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) yang di garap Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Pemakaman Kota Cirebon yang menelan  dana Rp 3 Milyar, di kelola oleh 9 orang yang tergabung dalam tim di bawah naungan langsung Kepala DKP Kota Cirebon, Taufan Barata, ada indikasi kuat terdapat dugaan penyimpangan anggaran.

Terbukti saat awal pembebasan lahan, anggaran yang dihabiskan sebenarnya hanya Rp1.15 Milyar, namun yang dikembalikan ke negara hanya Rp600 juta saja, sedangkan sisanya sejumlah Rp2.4 Mliyar entah kemana.

“kemana dana itu menguap ? Ini yang harus terus di usut,“ Tegas Susanto. Dia pun menginginkan kepada semua media agar kasus yang menyeret Kepala DKP Kota Cirebon, TB dan pelaku lainnya yang sedang diperiksa kejaksaaan saat ini, agar terus di kawal dan terus di pantau.

“ Agar tidak di hentikan dan harus dituntaskan,“ tegasnya.

Sementara itu, seorang Advokasi dan pemerhati hukum, Yosi Priadi Achdian,SH dalam menyikapi kasus ini menuturkan bahwa  Pejabat  Publik yang  Korupsi harus masuk bui.

“Banyak kini Pejabat Publik jadi broker yang numpang di beberapa proyek Pemerintah yang mana untuk kepentingan menguntungkan diri sendiri, tinggal memilih, kalau dia jadi seperti itu dengan bermaksud cari keuntungan pribadi ya di minta mundur dari Pejabat Publik,“ tutur Yosi.

Kini, 11 orang saksi yang dianggap mengetahui pengadaan proyek RTH di kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti telah diperiksa, termasuk Lurah Argasunya.

Penyidik Kejari Cirebon pun menilai ada persoalan dalam proyek senilai Rp 3 Milyar yang di kerjakan Dinas Kebersihan dan Pertamanan ini. Semua saksi telah di minta keterangan atau telah di periksa , tidak lama lagi akan ditetapkan tersangkanya.

“ Dalam penyidikan ini kami telah menemukan titik terang dan bukti kuat yang cukup mengarah,” kata pihak Kejaksaan Tinggi Cirebon menyampaikan ke Wartawan.

Menurut Kepala Kejari Cirebon Hariyatno, SH melalui Kepala seksi Pidsus (Pidana Khusus) Tandy Mualim, SH  menjelaskan bahwa proyek Ruang Terbuka Hijau yang berlokasi di desa Argasunya yang  di danai dari APBD Kota Cirebon 2015 patut diduga adanya penyimpangan. Dalam pelaksanaannya penggunaan anggaran senilai Rp 3 Milyar di mark up dan tidak bisa di pertanggungjawabkan.

“ kami melakukan penyidikan lanjut, hasilnya tidak akan lama di akhir bulan ini akan kami sampaikan penetapan tersangka. Pihak kejaksaan tidak akan main-main tangani masalah ini,” Tegas Tandy dalam konfrensi pers yang digelar belum lama ini.

Seperti di ketahui, pemenuhan RTH umum minimal adalah 20% dari luas wilayah mengingat perkembangan di kota sangat pesat dan itu semuanya lebih banyak untuk pembangunan perumahan dan lainnya untuk menambah Ruang Terbuka Hijau. Pemkot Cirebon pun menentukan  di daerah Argasunya di buat RTH dengan anggaran  dana Rp 3 Milyar yang di anggarkan dari APBD Kota Cirebon .

Hingga kini proses penyelidikan menjadi penyidikan, saksi-saksipun semuanya telah selesai di periksa dan dimintai keterangan. (Tim Investigasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *