Kasus Illegal Fishing Sangat Banyak, Tapi Anggaran Penanganan Sangat Minim

Peledakan kapal ikan asing di Perairan Pulau Tiga Natuna
Peledakan kapal ikan asing di Perairan Pulau Tiga Natuna

Natuna (Kepri)-BN, Sebanyak 8 kapal ikan asing asal Vietnam ditenggelamkan karena melakukan illegal fishing di Perairan Pulau Tiga Natuna. Kasus ini menambah daftar kasus illegal fishing atau pencurian ikan yang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Ranai yang sudah mencapai 23 kasus hingga bulan Mei 2016 ini.

Kejaksaan Negeri (Kajari) Ranai, Josia Koni mengatakan, hingga bulan Mei tahun 2016 sudah ada 23 perkara warga negara asing yang sudah keluar SPDP. Lebih banyak jumlahnya dibanding tahun lalu yang hanya17 perkara.

Permasalahannya, kata Josia, Kejari tidak didukung anggaran penanganan kasus warga negara asing. Bahkan tahun 2016, hanya dianggarkan untuk penanganan satu kasus.

“ Penanganan kasus melibatkan warga asing cukup tinggi, tapi anggaran minim. Tentu prosesnya bakal bisa lambat,” ujar Josia kemarin.

Jumlah perkara yang cukup banyak, kata Josia, kerja ekstra diperlukan. Sementara proses penanganan penuntutan setelah dilimpahkan di Kejaksaan hanya 5 hari.

“Sekarang sudah ada 23 SPDP kasus WNA. Anggaran yang disiapkan hanya satu perkara saja, terus 22 perkara lain diselesaikan bagaimana, kami masih bingung,” ujar Josia.

Tingginya perkara warga negara asing di Natuna setiap tahunnya disebabkan Natuna adalah primadona pencurian ikan. Warga asing yang disidangkan adalah para nakhoda. Hingga saat sekarang Natuna hingga saat ini belum dibangun rumah detensi imigrasi untuk menampung puluhan, terkadang hingga seratusan nelayan asing yang diamankan di perairan Natuna, yang kedapatan mencuri ikan. Hasmi/rahmad

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment