Kantor Desa Dan Balai Desa Banyak Yang Terbengkalai

slamet harjoBANGGAI-BN, Setiap Negara haruslah memiliki Istana Negara baru bisa dikatakan sebuah Negara, begitu juga Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan dan Desa haruslah memiliki sebuah istana (kantor-red), selain tempat berkumpulnya Aparatur Negara, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Lurah dan Desa juga tempat masyarakat mengaduh, mengeluh serta meminta perlindungan.

Tapi lain halnya dengan Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin. Kantor yang seharusnya tempat aparat Desa melayani masyarakat malahan menjadi sarang Hantu.

Selain menunggu ambruk, kantor tersebut sudah di penuhi oleh semak belukar, ironisnya lagi gedung balai pertemuan tempatnya masyarakat berkumpul malah menjadi garasi mobil masyarakat saking tidak pernah adanya perawatan.

“ Sebuah Desa itu haruslah memiliki kantor Desa untuk berkumpulnya aparat Desa,bukan aparat Desa makan gaji buta dirumah termasuk kepala Desa yang ngantor dirumah, Salah satu Contoh kenapa demikian selama 1 atau 2 priode beliau menjabat selaku kepala Desa Slamet Harjo Kecamatan Moilong, bukannya memiliki kantor malahan kantornya menjadi semak belukar,jangan-jangan saking lamanya tak berpenghuni kantor Desa Tersebut sudah di huni kutilanak (hantu-red),”ungkap salah satu warga yang engan di sebut namanya pada wartawan binpers.com senin (30/05).

Dikatakannya, dirinya bersama warga lainnya merasa kebingungan jika mau mengurus surat menyurat, karena aparat desa ngantornya dirumah masing-masing, selain itu juga untuk menemui kepala Desa warga harus menyebrang laut itupun harus menaruhkan nyawa, namun jika ada kantor mungkin bisa mendatangi kekantor guna mengurus surat-suarat tersebut.

” Kami ini bingung kalau mau mengurus surat, sebab di Desa kami ini tidak memiliki kantor Desa, jadi kalau kami mau meminta surat harus menyeberang lautan terlebih dahulu untuk menemui kepala Desa ataupun aparat Desa lainnya, sebab mereka memiliki kantor di rumah masing-masing, andai saja Desa ini memiliki kantor otomatis kami tidak lagi bingung untuk membuat surat menyurat namun berhubung kantor sudah menjadi sarang hantu ya terpaksa kami selaku warga pasrah saja,ironisnya lagi balai pertemuan desapun kini suda menjadi garasi mobil saking tidak pernah di urus,”cetusnya dengan kesal.(ags/tim Sulteng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *