BINPERS.COM

Berita Investigasi Nasional

Brigjen Pol Musyafak Jabat Kapolda Kalbar Gantikan Brigjen Arief Sulistyanto

Parade pelepasan Brigjen Pol Arief Sulistyanto
Parade pelepasan Brigjen Pol Arief Sulistyanto

Pontianak, (Kal-bar)-BN.  Brigjen Pol. Arief Sulistyanto dipindah tugas ke Mabes Polri sebagai Staf Ahli bidang Manajemen, dan secara resmi menyerahkan jabatannya kepada Kapolda yang baru Brigjen Pol. Musyafak ditandai dengan penyerahan bendera dihalaman Mapolda Kalimantan Barat.

Brigjen Arief juga menuturkan bahwa dalam misi yang diberikan oleh pimpinan untuk memimpin Polda Kalbar sudah dijalankan secara maksimal untuk mengubah kultur dan meningkatkan kualitas pelayanan Polda Kalimantan Barat kepada masyarakat.

“Alhamdulillah pendapat – pendapat dari masyarakat sudah ada perubahan presepsi terhadap kinerja kepolisian Polda Kalbar yang lebih positif,” ujarnya.

Kemudian, target penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kejahatan trans-nasional, terutama dalam rangka pengamanan dan pengawasan di wilayah perbatasan, Polda Kalimantan Barat sudah bersinergi dengan instansi terkait lainnya, seperti Bea Cukai, Imigrasi dan karantina untuk betul-betul mengawasi wilayah perbatasan, terutama masuknya barang-barang ilegal.

” Alhamdulillah mulai saya berada di sini sudah berhasil dilaksanakan dan barang ilegal yang semula masih masuk sudah berhasil dihentikan dan ini merupakan satu prestasi kita bersama, bukan pertasi  kebersamaan dari seluruh intansi,” ucap Arief dengan nada bangga.

Arief juga menyinggung soal pemberantasan kejahatan-kejahatan dan perusakan lingkungan akibat penambangan ilegal. Ini juga menjadi perhatian yang harus terus diawasi, kalau tidak maka lingkungan menjadi rusak dan kualitas kehidupan masyarakat akan lebih buruk.

Mantan Kapolda Kalbar tersebut pun juga mengingatkan tentang pemberantasan Narkoba merupakan tugas kita semuanya. Setiap bulan Polda Kalbar selalu melakukan penangkapan dengan jumlah yang sangat besar, sehingga ini harus lebih ditingkatkan lagi.

“Semua apa yang sudah saya lakukan, baik itu kebijakan-kebijakan dalam pembinaan maupun strategi-strategi operasional sudah saya sampaikan kepada pejabat yang baru, yang jelas apa yang sudah saya capai ini masih belum sempurna, saya yakin masyarakat masih belum begitu puas, setidak–tidaknya ini merupakan stating poin pejabat baru untuk menindaklanjuti, kalau sudah saya lakukan 7 langkah, setidaknya maju lagi langkah 8 dan 9 sehingga sempurna,” Harapnya.

Selama mengembankan tugas sebagai Kapolda Kalbar, Arief mengaku masih banyak kekurangan. Ia berharap dengan kepemimpinan kapolda yang baru, Brigjen Pol Musyafak, Polda Kalbar menjadi lebih baik. “Saya berusaha memberikan yang terbaik dan semaksimal untuk Polda dan masyarakat Kalimantan Barat. Saya sadar apa yang saya berikan belum bisa memberikan kepuasan, baik kepada Polda dan masyarakat Kalbar”.

Arief menyampaikan permohonan maaf, baik dalam bidang pembinaan anggota ataupun pergaulan kepada masyarakat Kalimantan Barat serta menyampaikan ucapan selamat atas peningkatan status Polda Kalbar yang sebelumnya tipe B ke tipe A. Bisa memacu semangat anggota untuk menjalankan tugas.

“Saya juga berharap Kapolda Kalbar yang baru, bisa menjadi lebih baik. Saya mohon doa restu kepada semua anggota agar dapat menjalankan tugas di tempat yang baru,” katanya.

Kapolda Kalbar yang baru, Brigjen Pol Musyafak berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Polda Kalbar demi masyarakat Kalimantan Barat. Tugas dan program-program yang sudah dilakukan oleh Arief Sulistyanto sudah barang tentu akan dilanjutkan dan lebih ditingkatkan lagi ke depannya.

“Mari kita bersama-sama berkerja demi Kalimantan Barat,” ujar mantan Kapolda Jambi itu.

Menurut Musyafak, dirinya akan pelajari terlebih dahulu karakteristik wilayah, baik masyarakat maupun potensi daerah Kalbar yang merupakan satu di antara provinsi yang memiliki luas wilayah yang cukup besar. Bahkan, wilayah daratannya berbatasan langsung dengan Negara Malaysia. Untuk wilayah perbatasan dan kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian khusus.

“Saya minta kepada masyarakat Kalimantan Barat untuk berdoa agar Kalbar diberi hujan. Dengan turunnya hujan maka tidak akan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Karena kebakaran hutan dan lahan menjadi penyakit dan bahkan sengsara bagi kita semua,” pungkasnya. (Nurjani/Ya’k ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *