Pertamina Tumpul Tegakkan Aturan, SPBU 64.788.08 Terminal Pembeli ilegal

spbuKetapang (Kalbar)-BN,  Ketua DPP Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) telah menegaskan kepada jajaran anggotanya yang ada di daerah – daerah agar dapat membantu Pemerintah mengawasi dalam proses penyaluran Migas, Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan Non Subsidi didaerah supaya tidak terjadinya kecurangan sehingga masyarakat yang terpencil dapat menikmati.

Tapi dengan masih maraknya pemburu Bahan Bakar Minyak(BBM) di daerah Ketapang dan Kayong Utara  yang menggunakan drum – drum yang terus dilakukan beberapa SPBU membuat masyarakat geram dan resah sebab dalam waktu 2 jam minyak – minyak tersebut sudah habis.

Seharusnya pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum SPBU lebih mengutamakan masyarakat dan kendaraan  yang betul – betul membutuhkan, hal ini menimbulkan kecurigaan adanya indikasi spekulasi para oknum yang menimbun dan mengeruk keuntungan pribadi, sehingga menandakan dan membuktikan bahwa masih lemahnya pengawasan dari pihak Pertamina.

Menindaklanjuti hal tersebut, tim investigasi binpers.com kemudian mengadakan penelusuran terkait SPBU nakal yang melanggar aturan diatas.

Berdasarkan hasil pantauan dan liputan serta  informasi dan keterangan masyarakat yang berhasil dihimpun  wartawan BN/binpers.com, Rabu (13/4/2016) pukul 18.30 WIB,  mendapati  salah satu SPBU  64.788.08 yang berlokasi Kuala Satong wilayahKabupaten Ketapang ternyata benar masih melayani mobil pick up yang sedang mengisi BBM jenis solar dan Premium kedalam drum – drum plastik.

Baru saja beberapa bulan yang lalu diberitakan Media BN /binpers.com pada Edisi 112 bulan 8 /15 “Manejemen SPBU 64.788.08 gebrak meja saat di konfirmasi “ ternyata tidak ada penindakan dari instansi terkait.

Apakah Pertamina tidak memberikan sanksi pelanggaran yang dilakukannya seperti yang diucapkan atau ada unsur sengaja pembiaran? tidak hanya itu, ada beberapa orang masyarakat mengeluh dan mengungkapkan ke wartawan “ Masyarakat pernah mau membeli bensin 5 liter tidak diperbolehkan dan dilarang oleh pengawasnya”.

Sungguh suatu kebodohan apabila hal ini dibiarkan dan tentunya akan melecehkan kewibawaan Pertamina selaku instansi yang terkait langsung dalam masalah tersebut, karena tumpul dalam menegakkan aturannya.

Dengan kejadian tersebut pula secara langsung membuktikan betapa lemahnya pengawasan yang dilakukan Pertamina Provinsi dan Cabang Ketapang ASOKA  yang terkesan seperti pembiaran tanpa ada upaya untuk menertibkan.

“ Kami warga masyarakat meminta kepada Hiswana Migas dan Pertamina Cabang Ketapang agar mengambil tindakan tegas memberi sanksi untuk semua SPBU yang melayani pembelian menggunakan Drum,  agar kami masyarakat juga dapat menikmati tidak membeli minyak Premium dan Solar dengan harga yang mahal,” tegas beberapa warga saat diwawancarai wartawan.(NURJANI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *