Dugaan Korupsi di SMPN-4 Tumbang Sangai, Mulai Terkuak

SMPN-4 Tumbang Sangai, Guru-guru dan awak media poto bersama didepan Kantor SMPN-4 Tumbang Sangai (boks)
SMPN-4 Tumbang Sangai, sebagian guru-guru dan tim media BN/binpers.com poto bersama didepan Kantor SMPN-4 Tumbang Sangai (boks)

KALTENG-BN, Mantan Kepala Sekolah SMPN-4 Desa Tumbang Sangai Kecamatan Telaga Antang Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah berinisial PLL diduga kuat melakukan Korupsi Dana Bos tahun ajaran 2014-2015 hal ini patut untuk diusut dan dipertanyakan.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh Wartawan BN/binpers.com ketika turun kelapangan pada hari Jum’at (22/4/2016) lalu untuk mempertanyakan penggunaan Dana Bos tahun ajaran 2014-2015 disekolah tersebut pihak sekolah tidak dapat menjelaskannya karena Kepala Sekolah mereka yang bertanggung jawab sudah pindah tugas menjadi Kepala Sekolah SMPN-1 Desa Trans SKPC Kecamatan Telaga Antang.

”Kami tidak mengetahui berapa jumlah Dana Bos itu  dan juga tidak tahu kemana dana itu dipergunakan oleh Kepala Sekolah,tanyakan saja pak langsung kepada Kepsek dan Bendaharanya karena Kepsek kami tidak pernah terbuka/ transparan kepada kami guru-guru disini,” ujar Wakil Kepala Sekolah, Mersi S.Pd.

Menurut Bendahara Sekolah SMPN 4 Andelson, S.Pd yang juga guru honor yang  mengajarkan  mata pelajaran IPA disekolah itu, saat ini dirinya sudah tidak menjabat sebagai bendahara lagi karena sudah diganti oleh ibu Mersi S.Pd, diakuinya bahwa yang menjadi bendahara saat Kepala Sekolah berinisial PLL dimaksud dirinya masih menjabat sebagai Bendahara.

”Saat ini saya bukan Bendahara lagi pak, saya sudah digantikan bu Mersi, setelah Kepala Sekolah kami pindah” kata Andel.

Andel menambahkan, saat Kepala Sekolah PLL menjabat disini, benar dia sebagai Bendaharanya, namun Andel juga tidak tahu berapa jumlah dana Bos tahun 2014-2015  dan juga tidak tahu untuk apa dana itu dipergunakan karena dana Bos itu dipegang oleh Kepala Sekolah.

“Saya tidak pernah memegangnya,” Tegasnya.

Ketika ditanya awak media apakah Pertanggung jawaban Dana Bos dimaksud sudah dipertanggung jawabkan,”Sudah pak sudah dibuat oleh Kepsek dan saya sudah tanda tangan karena didesak oleh Kepsek, masalah benar tidaknya pertanggung jawaban itu saya juga tidak tau karena kata bapak tanda tangan saja, itu tanggung jawab saya,” beber Andel menirukan ucapak Kepsek.

Ketika ditanyakan apakah Sekolah ini memiliki arsip penerimaan dan pertanggung jawaban dana Bos dimaksud ,”Tidak ada pak semuanya ada ditangan Kepala Sekolah, kami tidak ada diberi arsip,” Kilah Andel.

Kasus tersebut terungkap ketika masalah ini ditanyakan kepada Ketua Komite Sekolah SMPN-4 Saskartomo mantan Kepala Desa Tumbang Sangai, diungkapkan olehnya bahwa Menjelang kepindahan Kepala Sekolah berinisial PLL ini dari SMPN-4 ke SMPN-1 Desa Trans SKPC Kecamatan Telaga Antang, PLL pernah datang ke rumahnya membawa LPJ Dana Bos untuk meminta ditandatangani Saskartomo.

“Saat itu saya minta waktu untuk mempelajarinya dan data tersebut sempat saya poto copy , namun saat ini belum bisa saya tunjukan karena arsip poto copy dimaksud masih saya cari, “  Ucap Tomo

Setelah diteliti LPJ itu ternyata banyak yang tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan fakta yang ada  banyak rekayasa dan menurutnya itu LPJ Fiktif.

“ Saya tolak dan saya tidak mau menanda tangani nya, sampai sekarang ” Tegas Tomo

Menurut mantan Kepala Desa Tumbang Sangai yang sempat menjabat satu periode ini dirinya merasa disepelekan  dan merasa mau dibodohi oleh oknum Kepsek ini kalau LPJ  itu ditanda tangani,” Perbuatan Oknum Kepsek ini menurut saya sangat menyepelekan dan menganggap saya remeh gampang diatur dan gampang untuk dibodohi  untuk kepentingan dirinya sendiri, saya sangat keberatan, kerena ada upaya untuk menjerat serta bermaksud menjebak saya berurusan dengan hukum membenarkan hal yang salah,”  bebernya.

“Saya minta kepada awak media untuk mempublikasikan kasus ini dan berharap kepada Penegak hukum serta dinas terkait untuk bertindak cepat, usut kasus ini sampai tuntas biar ada efek jera  dan sebagai contoh buat sekolah-sekolah lain yang diberi amanat menyalurkan Dana Bos tepat sasaran karena ini uang negara dan menurut saya sudah berpotensi ada niat Korupsi untuk merugikan negara,” Tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan Mantan Kepala Sekolah SMPN-4 yang sekarang menjabat sebagai Kepala Sekolah SMPN-1 Desa Trans SKPC Kecamatan Telaga Antang serta dinas terkait belum bisa dikonfirmasi, menurut rencana kasus ini juga akan dikoordinasikan kepihak yang berwajib yakni Kejaksaan Negeri Sampit serta pihak Kepolisian yang menangani TIPIKOR. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *