BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Jasa Raharja Sulteng Tolak Gratifikasi

jasa raharja2Palu-BN, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sulteng Suratno menginstruksikan kepada seluruh jajarannya agar mendukung program pengendalian gratifikasi.

Instruksi ini sebagai bentuk komitmen PT. Jasa Raharja turut mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan perusahaan di seluruh Indonesia.

Kepala Unit Operasional Cabang PT Rasa Raharja Sulteng Alwin Bahar mengungkapkan, baru-baru ini digelar sosialisasi pedoman pengendalian gratifikasi yang diikuti pegawai Jasa Raharja Sulteng.

Sosialisasi yang digelar di Hotel Mercure Palu, Rabu 30 Maret 2016 itu dihadiri Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi PT Jasa Raharja, M Wahyu Wibowo selaku narasumber.

“Kami diberikan penjelasan tentang gratifikasi,” kata Alwin Bahar di kantornya, Selasa (26/6/2016).

Alwin Bahar menjelaskan, selama ini Jasa Raharja sebagai BUMN telah menerapkan transparansi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam pelayanan itu, kata dia tidak dibenarkan adanya gratifikasi.

Dia mencontohkan dalam pembayaran santunan korban kecelakaan lalu lintas dan program lainnya seperti Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

“Dalam pengurusan santunan, kami membantu masyarakat, tidak boleh menerima apapun baik dalam bentuk barang maupun uang, tidak ada embel-embel, karena kami sudah digaji oleh pemerintah,” tegas Alwin Bahar.

Penanggung Jawab Pelayanan dan Humas PT Jasa Raharja Cabang Palu Moh Afandi Lawido menambahkan, masyarakat juga harus diberikan pemahaman bahwa tidak dibenarkan memberikan gratifikasi baik uang maupun barang kepada petugas PT Jasa Raharja.

“Masyarakat jangan memberikan kepada kami di Jasa Raharja gratifikasi karena pasti tidak akan terima,” kata Afandi Lawido.

Kalaupun ada masyarakat yang memberikan gratifikasi, maka akan segera dilaporkan ke Unit Pengendalian Gratifikasi PT Jasa Raharja di kantor pusat dan diteruskan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“PT Jasa Raharja bekerja sama dengan KPK,” kata Afandi Lawido.

Diketahui, Jasa Raharja memberikan santunan meninggal dunia sebesar Rp. 25 juta bagi ahli waris korban yang sah, penggantian biaya rawatan maksimal sebesar Rp. 10 juta bagi korban yang mengalami luka luka, serta santunan cacat tetap maksimal sebesar Rp. 25 juta. Dalam pengurusan santunan Jasa Raharja tidak dipungut biaya sepeserpun.(ags/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *