Residivis Rumah Kosong Duel Dengan Polisi

Balikpapan–BN. Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga, pepatah tersebut pantas disematkan kepada  Effendi (39), salah satu target operasi (TO) Jatanras Polda Kaltim yang diduga sebagai actor pencurian rumah kosong yang marak di Kota Minyak. Warga Jalan Mekar Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kelurahan Muara Rapak itu dikenal “licin”. Buktinya saat dilakukan penangkapan, polisi dipaksa mengeluarkan tembakan.

Bak film action, polisi melakukan kejar-kejaran di jalan raya sekitar setengah jam, sampai akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas, Minggu (6/3).

Effendi yang sudah lama diincar. Tanpa disengaja melintas di depan salah satu angkringan tempat dimana anggota Jatanras Polda Kaltim biasa berkumpul sekadar mengisi perut di salah satu ruas Jalan Ringroad, Kecamatan Balikpapan Kota.

Melihat Effendi melintas dengan menggunakan sepeda motor, polisi mengejar. Effendi berusaha dihentikan, bukannya berhenti, malah menambah laju sepeda motornya.

Tersangka kemudian terjatuh dari sepeda motor matiknya yang bernomor polisi KT 4042 YO. Meski sudah jatuh, Effendi belum menyerah. Polisi yang berusaha menyergap mendapatkan perlawanan. Terjadilah baku hantam dengan petugas. Polisi yang sudah terlatih dalam kondisi apapun, akhirnya bisa menaklukkan Effendi.

“Effendi ditangkap di Gapura Komplek Regensi. Pengejaran selama 30 menit, mulai dari Ringroad sampai Balikpapan Regency, kami lakukan pengejaran, sampai akhirnya berhasil di tangkap,” Kata Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Fajar Setiawan, Selasa (8/3/2016).

Dalam dunia pencurian rumah kosong, Effendi bukan pemain baru. Tercatat dalam setahun terakhir Effendi tercatat telah beraksi di 8 tempat kejadian perkara (TKP) berbeda, tersebar di dua kota besar, Balikpapan dan Banjarmasin.

“Untuk modus, Effendi setiap kali melakukan aksinya, selalu mencongkel jendela rumah dengan menggunakan obeng yang sudah di modifikasi,” ungkap Fajar.

Tak sampai disitu, anggota Jatanras Polda Kaltim juga menggeledah sebuah barang bawaan yang berada di motor Effendi. Benar saja, setelah digeledah polisi mendapatkan beberapa barang bukti.

“Kami juga mengamankan beberapa barang bukti, seperti satu buah laptop Asus, satu buah kamera Nikon, tiga buah hape berbagai merek,  satu buah jam tangan Swiss Army, dan dompet yang berisikan uang sebesar Rp 1.062.000,” imbuhnya.

“Itu semua barang hasil congkel rumah kosong pak,” timpal tersangka Effendi.

Lagi-lagi, penjahat satu ini beralasan melakukan tindakan pencurian karena alasan ekonomi. “Saya punya enam anak, untuk memberi makan mereka saya tidak punya pekerjaan, hanya ini yang saya bisa lakukan,” timpal Effendi dengan muka menunduk menghindari sorotan kamera.

Effendi dijerat dengan pasal 362 KUHP Jo Pasal 363 ayat 1 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan dengan hukuman 6 tahun penjara. (Akn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *