Kades Rubung Buyung Gerah atas tudingan Korupsi

Konfirmasi di Kantor Desa Rubung tampak pada gambar dari sebelah kiri baju hem krah merah Sekdes ....Pj.Kades AFRIHAT.SH, kemudian Kaur Pembangunan DARDIANSYAH, lalu Mantan Kades DONIS  pakai baju merah dan yang terakhir adalah Pendamping desa.......
Konfirmasi di Kantor Desa Rubung tampak pada gambar dari sebelah kiri baju hem krah merah Sekdes ….Pj.Kades AFRIHAT.SH, kemudian Kaur Pembangunan DARDIANSYAH, lalu Mantan Kades DONIS pakai baju merah dan yang terakhir adalah Pendamping desa…….

SAMPIT (KALTENG)-BN, Upaya Klarifikasi berita terdahulu tentang Dugaan Korupsi Dana Desa Rubung Buyung Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah dari pihak Aparat Desa berjalan dengan alot dan penuh dengan  berbagai macam sanggahan dari Mantan Kades dan stafnya yang diduga terlibat .

Tim dari Lembaga dan awak media secara gencar melontarkan beberapa bertanyaan terkait dengan temuan mereka saat Investigasi dilapangan  sebagaimana yang telah diberitakan terdahulu tentang dugaan korupsi dana desa dan beberapa permasalahan yang ada kepada Mantan Kepala Desa Rubung Buyung DONIS dan beberapa staf desa lain nya yang dianggap terkait dengan permasalahan ini.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan Berita Investigasi Nasional,binpers.com didampingi oleh Anggota  DPN-LPPNRI (Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia) RIDUANSYAH.M menyimpulkan beberapa sanggahan  dari Mantan Kades dan stafnya sebagai berikut : Donis menyangkal semua tudingan masyarakat terkait dugaan Korupsi yang ditudingkan kepada nya dan hal yang sama juga di iakan oleh staf desa lainnya.

“Tidak benar apa yang dikatakan oleh masyarakat bahwa saya tidak pernah mengundang mereka saat rapat, mereka sendiri sering kami undang rapat selalu tidak hadir dengan alasan banyak pekerjaan,” Ucap Donis.

“Kalau kami dikatakan tidak transparan kepada masyarakat Bagaimana mereka bisa tahu  tentang apa rencana dan berapa anggaran yang kami ajukan kalau mereka sendiri tidak hadir saat rapat pembahasan ,”Jelas nya.

Ketika ditanya tentang adakah Papan Proyek  dipasang sebelum atau saat membangun jembatan misalnya atau rehap bangunan, saat bersamaan Kades dan stafnya saling pandang dan saling lempar dan saling tanya dengan ragu-ragu mereka beralibi menjawab ada, ketika ditanya buktinya mereka tidak bisa membuktikan, dan diperjelas juga oleh awak media dan lembaga bahwa dua proyek itu saat investigasi papan proyeknya tidak ada, lalu mereka semua terdiam.

Ketika ditanya tentang kewajaran biaya beberapa proyek yang dikerjakan ,  mereka selalu beralibi wajar dan menurut mereka sudah maksimal dan sudah standar sesuai dengan rencana kilah mereka.

Kades membenarkan bahwa  Raskin sampai saat ini memang belum ada dikirim, bukan mereka yang tidak membagikan kepada warga dan mengharap warga agar bersabar.

Terkait dengan dana Karang Taruna,dana PKK, dana Honor Posyandu, dana untuk seragam Rt serta dana untuk penimbunan Pustu diakui oleh Kades sudah ada namun belum sempat direalisasikan dan dijanjikan olehnya akan direalisasikan pada tahun 2016 ini juga.

Ketika ditanya masalah pembelian motor dinas untuk Ketua BPD , dana agaran yang ada Rp.22 juta ternya dibelikan motor kecil seharga Rp.18 juta , uang sisanya kata Kades masih menjadi Saldo Desa, begitu juga dana-dana yang lain yang belum direalisasikan masih ada didalam saldo , namun setelah ditanya ada berapa saldo kas desa per 31 Desember 2015 lagi-lagi pihak Kades tidak bisa menunjukannya.

Saat Awak media dan Lembaga meminta LPJ desa untuk tahun 2015  pihak desa enggan untuk memberikan nya, dan kelihatan memang sangat tertutup, kemungkinan takut jika pertanggung jawaban mereka  memang benar melenceng seperti apa yang diduga oleh warga.

Menyikapi hal tersebut diatas menurut Anggota DPN-LPPNRI (Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia) RIDUANSYAH M. Perlu kiranya pihak terkait yang anti Korupsi menurunkan Tim Khusus (Tim Ahli) untuk turun kelapangan  menelisik beberapa kasus yang mencuat didesa ini agar alibi mereka ( Oknum Kades dan staf Red) bisa dibuktikan  agar masyarakat puas,” Kami minta kepada Aparat penegak hukum atau tim Khusus / Tim ahli  segera turun ke desa ini, telisik semua pertanggung jawaban Kades ini, sesuaikan dengan bukti pembangunan dilapangan yang tidak kalah pentingnya lagi Telisik juga harta kekayaan Oknum Kades ini telusuri uangnya darimana, apa saja usaha sampingan nya selain menjadi Kades,” Pinta Riduan.

“Jika terbukti ada penyimpangan proses oknum itu sampai tuntas jebloskan mereka ke dalam penjara sebagaimana pelaku korupsi lainnya,” tegas Riduan.

Sampai berita ini kami turunkan Camat Cempaga  belum  bisa dikonfirmasi, seiring dengai itu semua rencananya pihak Lembaga dan Awak media dalam waktu dekat akan Koordinasi dengan pihak penegak Hukum yakni ke pihak Kejaksaan Negeri Sampit maupun ke Pihak Kepolisian khusus menangani TIPIKOR yang kemungkinan didampingi oleh warga  setempat sebagai saksi(*to/tar)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment