BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Program Bedah Kampung Di Sigi Diduga Bermasalah

images-4SIGI-BN, Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Bedah Kampung ( PTPK-BBK ) Di Kabupaten Sigi yang merupakan Program Pemerintah Provinsi ( Pemprov ) Sulteng harus dievaluasi karena diduga bermasalah. Hal ini di ungkapkan Kabid Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sigi, Samuel Y Pongi belum lama ini.

“Rencananya pada triwulan pertama tahun 2016, kami akan turun lapangan untuk melakukan evaluasi Program Bedah Kampung. Hal itu untuk melihat secara langsung dilapangan, apakah betul pernyataan masyarakat bahwa ekonomi mereka sangat terbantu dengan keberadaan Program Bedah Kampung. Umpamanya kalau dahulu masyarakat cuma dibantu ternak sebanyak 5 ekor, jadi sekarangpun jumlahnya minimal tetap saja 5 ekor berarti bertahan. Kalau cuma itik tentu sudah harus keliatan telurnya, kambing bagaimana dengan perkembanganya ,” tutur Samuel.

Samuel menambahkan, kalau hal tersebut sesuai dilapangan berati program tersebut telah benar, karena hal itu diharapkan hasilnya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Kalau bantuannya kambing dan beranak  maka anaknya bisa dijual.

“Anggaran bedah kampung tahun 2016 yang dikucurkan Pemprov Sulteng untuk Kabupaten Sigi sebanyak Rp 7,8 Milyar, setelah mendapatkan bantuan Kabupaten Sigi menyiapkan Sharingnya melalui Bappeda ,” sambungnya.

Menurut Samuel, yang menjadi sasaran bantuan tersebut adalah untuk 52 Desa dan 1.040 Rumah Tangga Sasaran ( RTS ) yang ada di 15 Kecamatan. Masing-masing Kecamatan mengalokasikan desa sesuai persentase kemiskinan, makin tinggi persentase kemiskinannya maka makin tinggi pula desa yang dapat bantuan.

“Setiap desa maksimal terdiri dari 20 Rumah Tangga Sasaran ( RTS ), setiap RTS dapat alokasi bantuan sebesar Rp 7,5 Juta. Bantuan tersebut bukan dalam bentuk uang tapi dalam bentuk barang ,” tegasnya.(AGS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *