BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Adik Kandung Bunuh Kakak

“Berawal dari Adu mulut lalu adu Jotos dan berakhir dengan Maut, Pelaku akhirnya melarikan diri dan menjadi buronan Polisi”

duel maut binpers

SAMPIT-KALTENG (BN), Perkelahian berdarah berujung maut antara adik dan kakak mengakibatkan nyawa sang kakak tercabut akibat tikaman pisau sang adik kandungnya sendiri peristiwa ini terjadi pada hari Minggu tanggal 24 Januari 2016 sekitar jam 18.30 Wib di Jalan Kapuas Rt 19 Rw 03 Kelurahan Baamang Tengah Kecamatan Baamang Kabupaten Kotawaringin Timur Sampit Kalimantan Tengah sangat menggemparkan warga pasca kejadian warga berbondong-bondong menyaksikan jasat korban bersimbah darah tergeletak ditengah jalan dekat halaman rumahnya sendiri.

Informasi yang berhasil dihimpun Wartawan Berita Investigasi Nasional, bahwa peristiwa yang menewaskan Udin (40) akibat tikaman pisau sang adik berinisial HER Als BJ (36) ini berawal dari hal yang sepele lalu terjadilah adu mulut meningkat ke aju Jotos dan berakhir dengan maut, usai melakukan pembunuhan pelaku melarikan diri hingga saat ini kasusnya masih ditangani oleh Polsek Baamang Polres Kotim.

Korban Udin adalah anak pertama dari tujuh bersaudara sedangkan pelakunya adalah HER Als BJ anak nomor empat dari pasangan Almarhum Mistan dengan Mastaniah ( masih hidup ) orang tua mereka, perkelahian keduanya berlangsung senyap, tak banyak suara,tidak ada teriakan minta tolong atau kegaduhan lainnya, sehingga tidak mengundang perhatian warga, setelah adanya korban baru heboh.

Kapolsek Baamang Iptu Sutardi membenarkan hal ini terjadi, dituturkan oleh Sutardi bahwa Korban Udin adalah anak pertama dari tujuh bersaudara, kepribadian korban semasa hidupnya dikenal sangat keras dalam keluarganya, pada hari yang nahas itu Korban memasak mi instan dan beras milik pelaku HER, usai memasak nya korban menyantapnya sendiri hanya sedikit menyisakan untuk anaknya, tanpa ada menawarkan kepada keluarga lain dalam rumah tersebut termasuk kepada pelaku HER.

Sikap korban semacam itulah memancing pelaku HER marah, sebelumnya pula keluarga yang lain didalam rumah itu sempat perotes terhadap korban Udin, yang pada akhirnya malah Korban Udin memaki-maki anggota keluarga dalam rumah itu, lalu terjadinya cek-cok dan adu mulut hingga keluar dari rumah berlanjut dengan saling pukul.

Diutarakan Sutardi dalam perkelahian itu Korban Udin kalah lalu lari kearah sungai mentaya, lantas korban kembali lagi dengan membawa sebilah balok kayu untuk menyerang pelaku HER,” Entah bagaimana kemungkinan pelaku HER sudah mengetahui bahwa Korban Udin akan kembali tiba-tiba ditangan pelaku HER sudah ada pisau, dengan kedatangan Korban Udin perkelahian tidak bisa dihindari lagi yang berakhir Jasat Udin terkapar bersimbah darah dengan beberapa luka tusukan,” tutur Sutardi.

“Dalam perkelahian tersebut Kardiansyah als Kardi (27) adik ke enam dari korban sempat menyaksikan dan tidak sempat melerai keduanya dirinya tidak menyangka bahwa keduanya berusaha saling bunuh, berdasarkan dari keterangan inilah pihak Polsek menjadikan Kardi sebagai Saksi utama dalam pembunuhan ini, karena hanya dia sajalah yang paling tau peristiwa pembunuhan yang berlangsung singkat ini, “terang Sutardi.

“Saksi Kardi setelah melihat Korban Udin tersungkur bersimbah darah dan tidak berdaya lagi, saksi akhirnya berlari ke gang Sahari untuk memberitahu kepada adik perempuannya apa yang baru terjadi , Saksi Kardi kembali TKP bersama Normansyah (37) adik Korban, setelah sampai TKP kaget korban sudah banyak dikerumuni warga ternyata Korban Udin sudah tidak bernyawa lagi,” Ujar Sutardi.

Saat diperiksa Norman mengakui bahwa dirinya dan korban sempat adu mulut , namun tidak sempat terjadi perkelahian, keributan itu terjadi karena Korban Udin memukul anaknya sendiri, Norman berusaha menengahi agar menghentikan pemukulan itu tapi akhirnya Norman juga jadi sasaran kemarahan Korban.

Sampai berita ini diturunkan Pelaku pembunuhan ini belum saja tertangkap dan mau menyerahkan diri pelaku masih dinyatakan buron, meskipun informasinya bahwa pihak keluarga pelaku dan korban menginginkan kepada pihak Penegak hukum agar kasus ini dihentikan saja dengan alasan ini merupakan aib keluarga, mereka sudah mengiklaskan kepergian korban dan menganggap pelaku adalah pahlawan didalam keluarga mereka karena pelaku senbelumnya terkenal menjadi tulang punggung keluarga dan banyak membantu keluarga. (*to/tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *