Siaga 1, Cegah Dan Redam Terorisme Serta Radikalisme Di Propinsi Sulawesi Tengah

apel-gabungan-di-makosat-2-640x360Sulteng-BN, Terorisme yang berakal dari radikalisme sudah menjadi musuh nyata bangsa, keberadaannya telah menjadi benalu yang terus berupaya menggerogoti Pancasila sebagai falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara. Beberapa kasus terorisme yang terjadi sampai kepada kejadian terakhir di jantung ibukota Jakarta seakan menjadi cambuk pertegas terorisme dan radikalisme tidak lagi dapat ditolerir. Hal ini dipertegas melalui instruksi Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kapolri dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk “Deteksi, cegah, dan tangkal teror. Kita harus fokus pada pelemahan kekuatan terorisme, mulai dari ideologi, kepemimpinan, jejaring, organisasi, dan hingga penggalangan aksi terorisme”.

Polri sebagaimana tercantum dalam pasal 5 Undang-undang Republik Indonesia nomor 2 Tahun 2002 menegaskan bahwa “Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri”. Memberikan perlindungan warga negara dalam beraktifitas di segala bidang mutlak menjadi tugas Polri, dan dalam penanganan terorisme dan radikalisme yang menjadi musuh segala komponen bangsa dibutuhkan sinergitas aktif antar seluruh badan negara yang berkepentingan. Kapolri-pun telah menginstruksikan pemberlakuan siaga 1 bagi seluruh jajaran kepolisian yang telah diaplikasikan oleh Polda Sulawesi Tengah yang kemudian ditindak lanjuti oleh Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah yang sampai sekarang masih aktif dalam upaya penindakan dan penyekatan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah yang berafiliasi dengan kelompok ISIS di Timur Tengah.

Aplikasi perintah Siaga 1 dilaksanakan oleh Satuan Brimob Polda Sulteng melalui penyiagaan seluruh perkuatan personel yang dimiliki melalui pelaksanaan apel kesiapsiagaan pagi, siang dan malam, serta kegiatan backup kewilayahan dalam upaya meredam pergerakan pelaku, alat dan paham terorisme di seluruh wilayah Sulawesi Tengah sekaligus mengantisipasi efek sengketa hasil Pilkada dibeberapa wilayah di Sulawesi Tengah semisal di Kabupaten Banggai dengan kegiatan Backup Polres Banggai oleh Subden II Detasemen B Pelopor dalam melaksanakan razia di pelabuhan rakyat Jalan Sam Ratulangi Luwuk terhadap penumpang kapal dan barang yang terdapat di geladak kapal guna mencari kemungkinan adanya bahan peledak, senjata api maupun senjata tajam karena pelabuhan merupakan salah satu akses penting keluar masuknya tindak kriminalitas. (ags)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment