Rehab Gedung Kantor BKPP Wilayah Cirebon Senilai Rp 700 Juta Dipertanyakan

foto cirebonCirebon, BN – Perlu ditindaklanjuti dan dipertanyakan rehab Gedung Negara / Kantor BKPP Wilayah Cirebon ( Kantor Badan Koordinasi Pembangunan dan Pengembangan Wilayah Cirebon ) yang berada di Jalan Siliwangi No. 14 – Kota Cirebon, kemarin dilaksanakan ( belum lama ini ) di tahun 2015 sekitar bulan Juli – Agustus, yang habiskan anggaran sekitar Rp 719.360.000,- dari anggaran yang disediakan sebesar ( mencapai ) Rp 900.000.000,- bentuk kegiatan Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur dan Penunjang Alat Perlengkapan Kantor (APK), Pekerjaannya “ Perbaikan Atap Gedung “ mengajukan rehab Gedung ruang kantor dari sebelah kiri gedung utama Keresidenan ( Gedung utamanya ), di mana Kepala BKPP dan Pegawai lainnya berkantor dipercantik dikerjakan selama 120 hari kerja kalender, oleh pemenang tender melalui lelang terbuka dimenangkan CV.TARUNA KARYA MANDIRI.

Menurut informasi yang didapat dan dihimpun wartawan media ini bahwa pengerjaan rehab tersebut ada kejanggalan karena dari pengerjaannya yang hanya area atap gedung dan sedikit perbaikan ( banyaknya di pengecatan yaitu area tembok, atap dan genteng tidak ada perbaikan lain ) atau tidak ada yang diganti material, karena keadaan gedung kantor ini masih tampak baik dan bagus , habiskan anggaran mencapai Rp 719.960.000,- tidak sebanding dengan pekerjaan yang dikerjakannya. Dan dihitung keseluruhan pemakaian angaran tersebut ada selisih / sisa. Dikemanakan dan buat apa?

Untuk lebih jelasnya lagi wartawan media ini mendatangi Kantor BKPP untuk menanyakan Rehab Gedung / Kantor BKPP dengan menghabiskan anggaran sebesar itu. Apakah benar …? Namun sayang, dua kali kesana Kepala Kantor / Kepala BKPP ini TOTO MOHAMMAD TOHA selalu tidak ada di tempat. Wartawan diterima Ka Sub Bag. Umum, Suta. Dari obrolan yang disampaikan wartawan kepada Ka.Sub Bag Umum ini tidak banyak dijawab / tidak bisa memberi keterangan panjang lebar padahal hanya dua pertanyaan yang ditanyakan oleh Wartawan media ini. Karena tidak bisa menjawab pastinya, Wartawan diarahkan untuk berbincang dengan Sekretaris orang nomor dua di kantor ini, bernama SUKMA SULAEMAN. Kembali Sekretaris inipun tidak bisa memberi penjelasan yang memuaskan, hingga dipanggil bagian keuangan pegawai untuk menunjukkan berkas Kontrak kerjasama Pengerjaan Rehab Kantor BKPP.

Pertanyaan simple yang diajukan wartawan, yang pertama ingin tahu secara rinci penggunaan Anggaran Rehab Gedung BKPP ini yang begitu besar itu sesuai tidak? memang ada rehab atau sekedar pengecatan gedung kantornya saja. Kedua mengenai anggaran yang diberikan masih dalam jumlah besar dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan, ini untuk kelengkapan kantor dan Perawatan termasuk Kelistrikan di sekitar Kantor BKPP selama ini secara continue diberikan namun tidak direalisasikan keseluruhan untuk apa? terbukti banyaknya lampu mati (tidak menyala) bahkan dibiarkan gelap malam hari keadaannya menjadi suatu pandangan sehari – hari yang biasa terlihat bukan sebuah kantor padahal ini GEDUNG NEGARA milik PROPINSI JAWA BARAT namun dalam perawatan kurang.

Anggaran yang digunakan ini adalah bersumber dari Dana : APBD Propinsi Jawa Barat keseluruhan dan menurut informasinya lagi Kantor BKPP ini selalu disawer tiap tahunnya ini oleh Gubernur dalam bentuk pemberian kucuran dana cukup besar namun dalam realisasinya di duga tidak sesuai ajuan dan masih ada sisa – lebih ini, dikemanakan ? Karena informasinya tidak dikembalikan ke Propinsi Jawa Barat .( TIM INVESTIGASI )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *