Indonesia Menuju Kedaulatan Pangan 2017

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi, Ir. Amrin Aziz,  memberikan penjelasan dalam “RAPAT KOORDINASI SINKRONISASI KEGIATAN TA.2016 & EVALUASI KEGIATAN TA.2015 Di LINGKUP DINAS PERTANIAN SE-PROVINSI JAMBI” di Hotel Novita, Jumat (4/12)
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi, Ir. Amrin Aziz, memberikan penjelasan dalam “RAPAT KOORDINASI SINKRONISASI KEGIATAN TA.2016 & EVALUASI KEGIATAN TA.2015 Di LINGKUP DINAS PERTANIAN SE-PROVINSI JAMBI” di Hotel Novita, Jumat (4/12)

Jambi-BN, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi adakan “RAPAT KOORDINASI SINKRONISASI KEGIATAN TA. 2016 & EVALUASI KEGIATAN TA. 2015 Di LINGKUP DINAS PERTANIAN SE-PROVINSI JAMBI” di Hotel Novita, Jumat (4/12) acara ini dibuka oleh Asisten Ekbang Dan Kessos Provinsi Jambi, Ir.H. Haviz Husaini, MM.

Rapat yang dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Se-Provinsi Jambi beserta jajarannya, Kepala BPS, serta anggota kelompok tani/Penerima Program Kegiatan Seribu Desa Mandiri Benih dari berbagai Daerah tersebut, dibuka oleh sambutan dari Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi, Ir. Amrin Aziz, Msi.

Disela sambutannya dihadapan peserta rapat, Amrin Aziz menyatakan menyambut baik pelaksanaan pertemuan ini sebagai bentuk kerjasama yang harus selalu ditingkatkan dalam rangka mengemban amanah untuk pembangunan pertanian menuju Swasembada pangan yaitu padi, jagung dan kedelai (Pajale) melalui program UPSUS Tahun 2015. Dan disamping itu juga dapat mengukur kinerja yang telah Dinas pertanian lakukan dalam pembangunan pertanian, serta dapat mengambil langkah-langkah percepatan dalam mengevaluasi permasalahan yang dihadapi.

Walaupun pada tahun 2015 ini terkendala adanya dampak Elnino dengan kemarau yang cukup panjang dan dibarengi kabut asap yang menurunkan produksi karena terjadinya luas panen Puso, pertanian Provinsi Jambi tetap merupakan sektor unggulan, Hal ini sangat beralasan mengingat hampir 57,30% penduduk provinsi Jambi menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian, selain itu sektor pertanian Jambi telah berkontribusi sebesar 27,25 % terhadap Produk Domestik Regional Bruto provinsi Jambi.

Amrin Aziz mempertegas kembali cita-cita atau Program Pemerintah Republik Indonesia yang tertera dalam 9 (sembilan) Agenda Prioritas Pembangunan antara lain Kedaulatan Pangan. Dirinya mengajak seluruh peserta yang hadir menjadikan kendala tahun ini sebagai pengalaman dan pelajaran berharga untuk merancang langkah-langkah pengendalian atau antisipasi dan dituangkan dalam program kegiatan di masa mendatang.

Prioritas Dimensi Pembangunan Kedaulatan Pangan, dengan sasaran Nawacita yaitu, Perluasan 1 juta Ha lahan sawah baru, Perluasan Pertanian lahan kering 1 juta Ha di luar Jawa, Rehabilitasi Jaringan Irigasi untuk 3 juta Ha lahan sawah, Pembangunan pasar, penyediaan kapal pengangkut ternak, Pengendalian Konversi lahan, Pemulihan kualitas kesuburan lahan yang airnya tercemar, 1000 Desa Mandiri Beni, Pembangunan gudang dengan fasilitas pengolahan pasca panen ditiap sentra produksi, Bank Pertanian dan UMKM, Peningkatan kemampuan petani, Pengendalian Impor Pangan, Reforma Agraria 9 juta Ha, 1000 Desa Pertanian Organik.

“ Beberapa Program diatas yang terkait dengan Dinas Pertanian akan menjadi tanggung jawab kita (Dinas pertanian provinsi Jambi, red) mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah kabupaten/Kota melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan serta tetap berkoordinasi dengan SKPD dan Stakeholder terkait,” ungkap Amrin Aziz dihadapan para peserta rapat.

Rapat Koordinasi Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi tersebut bertujuan guna meningkatkan koordinasi dan menyusun rencana tindak lanjut yang dapat mendukung percepatan Program Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai dalam mencapai Swasembada Pangan berkelanjutan serta kedaulatan Pangan 2017 yang dimulai dari penyediaan benih unggul bermutu, sarana dan prasarana yang memadai, peran pembinaan oleh Kepala Dinas beserta jajarannya, pendampingan petugas lapang seperti PPL, PHP, PBT, KCD, KSK yang menjadi ujung tombak di tingkat Desa untuk mengawal produksi dan produktivitas tanaman pangan.

Dalam upaya penyediaan benih unggul bermutu sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2015-2019 terdapat kegiatan Pengembangan Seribu Desa Mandiri Benih, yang diharapkan akan tumbuh kelompok Tani Penangkar yang mampu menyediakan benih untuk memenuhi kebutuhan diwilayah masing-masing, serta pentingnya pengawalan pertanaman seperti petugas Pengamat Hama Pertanian (PHP) yang melakukan pengawasan dan pengendalian serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Pemerintah provinsi Jambi melalui Asisten Ekbang Dan Kessos, berharap tahun 2016 mendatang Koordinasi ini tetap ditingkatkan dengan menjalankan program-program kegiatan yang telah disusun sesuai dengan anggaran yang tersedia dari Pemerintah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan petani di Provinsi Jambi dan berharap dukungan serta integritas dari semua pihak yang terkait dan juga sinergitas program dan kebijakan di Daerah serta kontribusi dan kinerja yang maksimal sesuai peranan dan Tupoksi masing-masing.(ranto s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *