Oknum Lurah Bantah “Tilep” Dana Rutilahu 2015

PARIMO-BN, Oknum Lurah di Kecamatan Parigi Kabupaten Parimo sangat diduga berani “menilep” dana bantuan Rumah tidak Layak Huni (Rutilahu) tahun 2015 yang diberikan kepada 24 Kepala Keluarga. Hal itu terungkap saat sejumlah penerima melaporkan ulah oknum Lurah itu kepada sejumlah media baru-baru ini.

rutilahu
ilustrasi rumah tidak layak huni

Kelurahaan yang diduga bermasalah tersebut diantaranya yaitu Kelurahaan Kampal Kecamatan Parigi sebanyak 24 KK yang terbagi menjadi 3 Kelompok, yang setiap penerima sedianya mendapat bantuan Rp 10 Juta, namun diduga kuat dipotong hingga 10% dari total bantuan yang diberikan.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa setelah pembagian dana Rutilahu 2015 tersalurkan, kami diminta pengurangan 10 % atau Rp. 1 juta per KK oleh Pihak Kelurahaan Kampal, yang katanya akan diberikan ke Dinas Sosial,”Ungkap salah seorang penerima yang enggan disebut namanya kepada sejumlah Wartawan.

Sementara Kadis Sosial Hacino, ketika dikonfirmasi membantah jika penyaluran dana Rutilahu tahun 2015 telah dipotong berdasarkan perintahnya. Apalagi dilakukan oleh oknum Lurah yang warganya menerima bantuan tersebut sebab hal itu merupakan tindakan yang tidak dibenarkan karena bantuan itu diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi lemah.

”Proses penyaluran harus transparan dan tidak dibenarkan untuk dilakukan pemotongan karena bantuan itu diperuntukan kepada orang susah dan dikerjakan secara gotong royong. Masa uang orang susah diambil lagi ,” tegas Hacino saat dihubungi lewat telepon selularnya.

Berdasarkan informasi yang terkait dalam permasalahan diatas, maka Hacino berjanji akan melakukan penelusuran berdasarkan laporan tersebut. Jika hal itu benar dilakukan, maka pihaknya akan menindaklanjuti secepatnya.

Sementara itu Lurah Kampal Moh. Basir, saat ditemui sejumlah wartawan, membantah keras apa yang ditudingkan kepadanya. “Proses penyalurannya itu akan melalui rekening kelompok, jadi mana mungkin pihak Kelurahan melakukan pemotongan. Jadi saya membantah keras jika ada oknum kelurahan melakukan pemotongan dana Rutilahu ,”ujarnya dengan nada tinggi.

Menurut Basir, Pihaknya telah membantu melakukan pencairan dana Rutilahu kepada 3 kelompok penerima bantuan sebanyak 24 orang. Seluruh penerima bantuan telah menerima uang sesuai ketentuannya bahkan uang tersebut disalurkan melalui nomor rekening kelompok masing masing.

“ Penyaluran uang tersebut saya tidak campuri, cuma ada kesepakatan kelompok penerima bantuan yang mungkin saja diberikan dengan secara ikhlas kepada pengurusnya ,” pungkasnya. (AGS Sulteng)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment