12 Temuan BPK RI Terhadap Nota Keuangan Pemkot Bekasi

pemkot bekasiJakarta-BN, Hasil pemeriksaan atas sistem pengendalian intern pada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tahun anggaran (TA) 2014 mengungkapkan sebanyak 12 temuan pemeriksaan.

Diantara temuan tersebut penatausahaan kas di kas daerah, bendahara pengeluaran, dan RSUD Kota Bekasi belum sesuai ketentuan, pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional pada Pemerintah Kota Bekasi TA 2014 belum optimal.

Penatausahaan piutang pajak belum tertib serta penyajian dan pengukuran piutang dalam neraca tidak sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan, sistem pelaporan dan pencatatan persediaan pada lima satuan kerja perangkat daerah di lingkungan kota Bekasi kurang memadai.

Penyertaan modal sebesar Rp. 108.921.106.418,00 belum didukung dengan peraturan daerah, terdapat kurang catat penyertaan modal pada PDAM TP sebesar Rp. 22.555.214.432,00, dan penyertaan modal Pemkot Bekasi pada PD MP belum memberikan manfaat optimal.

Penyajian investasi non permanen lainnya pada pemerintah Kota Bekasi masih belum seluruhnya menggunakan metode nilai bersih yang dapat direalisasikan.

Penatausahaan dan pengelolaan aset tetap pada pemerintah kota Bekasi belum memadai, terdapat penilaian atas aset tetap tanah pemerintah kota Bekasi yang tidak sesuai standar akuntansi pemerintahan dan tidak bisa diyakini kewajarannya sebanyak 157 bidang dengan nilai minimal sebesar Rp. 152.369.512.490,00.

Terdapat aset tetap tanah sebanyak 2.530 bidang senilai Rp.779.631.798.515,00 belum bersertifikat dan minimal sebanyak 22 bidang tidak tercatat di neraca pemerintah kota Bekasi.

Aset tetap tanah untuk Fasos/Fasum yang belum didukung berita acara penyerahan yang sah tidak dapat diyakini kewajarannya sebesar Rp.137.505.515.000,00 dan diantaranya tidak diketahui keberadaannya sebesar Rp. 8.521.200.000,00, penganggaran belanja pegawai sebesar Rp. 93.430.384.955,00 dan belanja barang jasa sebesar Rp. 22.369.432.000,00 pada 15 SKPD tidak sesuai ketentuan, kesiapan pemerintah kota Bekasi menuju persiapan laporan keuangan berbasis akrual belum optimal (mas).

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment