Kejagung Tahan Mantan Direktur RSU Daerah Sungai Bahar

IMG_0583Jambi-BN, Mantan Direktur RSUD Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, M. Tafit, resmi ditahan oleh Kejagung, Rabu (16/9/2015) sore, seusai diperiksa dan ditahan di Rumah Tahanan Salemba.

M. Tafit menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan Alat Kesehatan Pelayanan Rujukan Rumah Sakit di Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi tahun anggaran 2010. M.Tafit berperan sebagai kuasa penggunaan anggaran sekaligus merancang hingga perkiraan sendiri ( HPS ) pengadaan alat kesehatan rumah sakit, juga diketahui sebagai pejabat yang menandatangani kontrak pengadaan di Dinas Kesehatan Muaro Jambi.

Proses pengadaan itulah yang dinilai oleh penyidik terjadi penyimpangan hukum. Tafit melakukan korupsi secara bersama-sama dengan kontraktornya Zuherli Direktur Utama PT.Sindang Muda Serasan. Sebelumnya Zuherli telah lebih dulu dinyatakan sebagai tersangka dan sudah mendekam di jeruji besi. Zuherli ditahan pada 18 Mei 2015 bersama Mulia Idris Rambe yang tidak lain Direktur Pengembangan sumber Daya Manusia, Sarana prasarana RSUD Raden Mattaher Jambi.

Pada saat itu Mulia dan Zuherli ditahan terkait perkara dugaan korupsi pengadaan alat-alat Kedokteran, kesehatan dan keluarga berencana di RSUD Raden Mattahir Jambi. Menurut Amir, PT.Sindang Muda Sarasan selaku pemenang pelaksana 36 jenis alat kesehatan diduga telah menggelembungkan harga alat-alat kesehatan dan alat kedokteran tersebut. Sejak Mulindra Tafit menjabat Direktur di RSUD Sungai Bahar dalam tahun 2014, pembangunan IGD dan juga pengadaan alat-alat Operasi Umum serta Operasi Spesialis Bersalin dan peralatan lainnya.

Padahal mantan Direktur RSUD Sungai Bahar M.Tafit, para LSM dari Kabupaten Muaro Jambi juga LSM dari Kotamadya Jambi, sering melakukan Demo/Unjuk rasa agar pihak berwajib memeriksa pelaksanaan anggaran untuk bangunan IGD dan juga anggaran pembelian pengadaan alat Operasi Umum dan Spesialis Operasi persalinan/melahirkan dan alat-alat lainnya.

RSUD Sungai Bahar
Sementara itu kehadiran RSUD Sungai Bahar ini sangat membantu masyarakat Sungai Bahar, Karyawan PT. Asiatiq Persada, PT.Asa dan juga bagi karyawan PT.Reki, namun sangat disayangkan Dokter Spesialis belum ada yang tinggal menetap di Sungai Bahar, terutama bagi Ibu-ibu yang harus dioperasi untuk melahirkan, harus diantar ke Rumah Sakit Kotamadya Jambi, sedangkan jarak tempuh dari RSUD Sungai Bahar sampai ke RSU Jambi sekitar 70 Km. Padahal di RSUD Sungai Bahar ruangan dan peralatan operasi sudah lengkap, Semoga Pemkab Muaro Jambi dan Direktur RSUD Sunagai Bahar siap melayani kesehatan bagi masyarakat Sungai Bahar dan sekitarnya, jangan lagi selalu dirujuk ke Rumah Sakit Jambi. (JHP).

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment