Sawit Datang Tanah Rakyat Hilang… !!

Kepala Desa Senibung (kaos merah/gbr kiri), Manager PT.DSU (gbr. kanan)
Kepala Desa Senibung (kaos merah/gbr kiri), Manager PT.DSU (gbr. kanan)

Kalbar-BIN, Perkebunan sawit yang sudah 6 tahun berdiri, belum juga bisa akad kredit atau di bagikan kepada masyarakat, menjadi masalah yang paling sengit, khususnya di desa Senibung, merekak, Setapang yang berada di kecamatan Ketungau Hilir Kabupaten Sintang.

Sudah 4 kali masyarakat dari 3 desa tersebut berkonsultasi kepada pihak perusahaan dan pemerintah kab. Sintang khususnya kekantor Dinas Perkebunan dan Pertanian (DISBUNTAN), untuk pengajuan akad kredit atau pembagian lahan petani, pihak DISBUNTAN pun sudah turun kelapangan dan melihat kondisi sawit tersebut sudah layak dibagikan kepada masyarakat atau akad kredit.

Namun pada saat akad kredit tiba-tiba perusahaan PT. DSU (Duta Sejahtera Utama) mengatakan akad kredit hanya sebesar Rp. 80 juta lebih per kapling, dengan adanya pernyataan dari PT. DSU tersebut, kontan para kepala desa dari tiga desa beserta seluruh lapisan masyarakat menolak dengan keras, Kepala Desa Senibung, pak Langgik memberi komentar pada waktu rapat hari Jum’at tanggal 4 September tahun 2015 yang diadakan di kantor PT. DSU di desa Senibung, mengatakan di dalam sosialisasi perusahaan tersebut pada waktu investor perusahaan tersebut masuk ke 3 desa tersebut dengan pola 80 persen milik perusahaan dan 20 persen milik masyarakat bermitra dengan perusahaan.

Pihak perusahaan mengatakan 20% dalam keadaan masyarakat terima bersih, pada tahun 2010 pihak perusahaan mengadakan pertemuan dengan seluruh lapisan masyarakat dari ketiga desa tersebut dan mengatakan bahwa kebun petani wajib di bayar sebesar Rp. 37 juta lebih per kapling.

Namun kepala desa senibung atas nama langgek mengambil kesimpulan dan menuntut janji kepada perusahaan mereka hanya siap membayar sebesar Rp. 37 juta lebih per kapling, namun itulah yang tidak di setujui oleh perusahaan PT. Duta Sejahtera Utama, pada hari Jum’at (4/9/2015), PT. Duta Sejahtera Utama mengundang tim TP3K Kabupaten Sintang, namun TP3K mengambil keputusan sesuai dengan amar putusan Brigjen Disbun Rp. 65 Juta lebih Petani harus membayar kepada pihak perusahaan, dari pihak perusahaan Manager ARI berpendapat, putusan TP3K Kabupaten Sintang sangatlah merugikan dan Kepala Desa Senibung beserta lapisan Masyarakat tetap dengan keputusan awalnya yaitu sebesar Rp. 37 juta lebih.

Menurut AHMAD RAZALI S, ketua tim investigasi LP3K-RI (Lembaga Penyelidikan Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia), bahwa perusahaan sengaja mengulur-ulur waktu, ketua tim TP3K (kabupaten pun sempat kami temui di ruangan rapat kantor PT. DSU di desa SENIBUNG, beliau mengatakan selama 15 tahun, baru kali ini turun kelapangan untuk menyelesaikan kasus antara perusahaan dan masyarakat atau petani yang terombang ambing.

Lalu apa fungsi dan kegunaan TP3K Kabupaten Sintang dalam rangka kepengawasan perkebunan sawit selama 15 tahun ?, dan baru kali ini tepatnya pada hari Jum’at ( 04/9/2015) pukul.14.00 WIB baru turun kelapangan karena ada permasalahan pembagian lahan plasma antara petani dan perusahaan.

Dengan adanya anggota Kapolsek Kecamatan Ketunggau Hilir Kabupaten Sintang beserta DANRAMIL Ketunggau Hilir yang ikut hadir kekantor PT. DSU dalam satuan pengamanan hingga rapat di perusahaan PT. DSU dengan Masyarakat yang di pimpin oleh Tim TP3K kabupaten Sintang, berjalan dengan aman.

Menurut AHMAD RAZALI S agar Pemerintah Kabupaten Sintang dan khususnya TP3K, segera menuntaskan dan menyelesaikan kasus perkebunan sawit plasma di perkebunan PT.DSU di desa Senibung Kecamatan Ketungau Hilir, pada umumnya di seluruh kabupaten Sintang yang masih banyak sekali permasalahan antara kebun Plasma ini yang sangat membuat masyarakat terombang-ambing, pertanyaannya kapankah masyarakat ini bisa sejahtera dengan hasil tanahnya sendiri, jika pemerintah tidak mau tahu atau hanya sekedar membua tmasyarakat tersenyum sementara.

Perusahaan selalu banyak memberikan JANJI PALSU kepada masyarakat tapi tidak ada kenyataannya..(Lian/Awi)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment